UIN Walisongo Semarang
UIN Walisongo dan Bank Mandiri Gelar Masterclass Cegah Gen Z Terjebak Pinjol Bodong
Di tengah maraknya kasus pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi daring yang menyasar generasi muda
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Di tengah maraknya kasus pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi daring yang menyasar generasi muda, dua fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bergerak cepat.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelar Career & Finance Masterclass bertajuk “Membangun Masa Depan Gemilang dari Bangku Perkuliahan” pada Senin (11/5/2026) di Teater Rektorat UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB ini difasilitasi oleh Nine Creative Events selaku event organizer dan dihadiri ratusan mahasiswa lintas program studi.
Dengan tiket masuk hanya Rp10.000, peserta memperoleh materi yang lazimnya hanya bisa diakses melalui pelatihan profesional bertarif jauh lebih tinggi.
Mengusung tagline “Smart Finansial Gen Z: Waspada Pinjol, Investasi Ilegal & Bangun Karir Perbankan”, masterclass ini menghadirkan Adhelya Veta Rosyayana dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai narasumber utama, dengan Ahmad Syamsul Ma’arif Akbar bertindak sebagai moderator sekaligus Ketua Panitia.
Materi disusun dalam dua klaster yang saling terkait, yakni Tips & Trik Menembus Seleksi Kerja dan Financial Starter Pack.
Pada klaster pertama, Adhelya membedah anatomi CV profesional yang memikat perekrut: ringkasan profil tiga baris yang merangkum ambisi dan nilai jual, deskripsi pendidikan yang menyertakan mata kuliah relevan dan proyek riset, penguasaan tools seperti Excel hingga digital marketing, serta format yang bersih dan disimpan dalam bentuk PDF.
Pembahasan berlanjut ke aspek penampilan profesional.
Peserta diajak meriset budaya perusahaan yang dituju, sebab ekspektasi penampilan di korporasi berbeda dengan start-up.
Pemilihan warna netral, aksesori yang tepat, hingga bahasa tubuh menjadi indikator yang diam-diam dinilai pewawancara.
Pada sesi strategi wawancara, peserta diperkenalkan pada Metode STAR (Situation, Task, Action, Result), kerangka berpikir yang lazim digunakan perekrut global untuk menggali kompetensi kandidat.
Narasumber juga menggarisbawahi etika menjawab pertanyaan secara jujur tanpa menjelekkan perusahaan sebelumnya, pentingnya product knowledge atas perusahaan yang dilamar, serta bahasa tubuh yang menunjukkan percaya diri.
“Kolaborasi antara FEBI, FDK, dan Bank Mandiri ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja langsung dari sumbernya. Harapannya, peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi juga kerangka berpikir yang lebih matang dalam membangun karier sekaligus mengelola keuangan secara sehat,” pungkas Burhan Ulin Nuha, Penanggung Jawab Dokumentasi sekaligus perwakilan panitia kegiatan.
Sebagai bentuk sinergi praktis dengan industri, panitia mewajibkan seluruh peserta membawa KTP dan telah mengunduh aplikasi Livin’ by Mandiri sebagai syarat kehadiran.
Ketentuan tersebut sekaligus menjadi pengenalan langsung terhadap layanan perbankan digital Mandiri, sebuah pendekatan experiential learning yang relevan dengan karakter generasi digital.
| ITJEN Kemenag Bagikan Strategi Kelola Anggaran dan Optimalisasi Aset Kampus di UIN Walisongo |
|
|---|
| Transformasi Strategis Pengadaan: LKPP Ingatkan Pentingnya Kualitas |
|
|---|
| FISIP UIN Walisongo Perkuat Komitmen Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus |
|
|---|
| Transparansi dan Akuntabilitas Pendidikan: Wakil Ketua KPK Soroti Titik Rawan Korupsi di Kampus |
|
|---|
| MA NU Al Hidayah Kudus Kunjungi UIN Walisongo Semarang, Kenalkan Dunia Kampus kepada Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260517_uinws976788.jpg)