Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UNIMMA

Bekali Anggota Hadapi Situasi Kritis, UKM Disaster UNIMMA Adakan Pelatihan CPR

pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Kampus 2 UNIMMA

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UKM Disaster Sosial dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang melalui pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Kampus 2 UNIMMA pada Sabtu (16/5). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Sebagai unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada penanggulangan kegawatdaruratan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Disaster Sosial dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas anggotanya. 

Salah satu upaya diwujudkan melalui pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Kampus 2 UNIMMA pada Sabtu (16/5/2026).

Ketua Umum UKM Disaster Sosial dan Kesehatan, Akhmad Iqbal, menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut sebagai bekal bagi anggota. 

“Sebagai UKM yang bergerak di bidang kegawatdaruratan, kemampuan CPR bukan hanya pengetahuan tambahan, tetapi menjadi keterampilan wajib yang harus terus diasah. Kami berharap melalui latihan rutin ini, anggota semakin siap dan sigap dalam memberikan pertolongan pertama di situasi darurat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, materi pelatihan disampaikan oleh Ns. Nurul Hidayah, S.Kep., M.S., dosen Keperawatan Fikes UNIMMA. 

Dijelaskan bahwa cardiac arrest atau henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan cepat. 

“CPR adalah tindakan awal yang sangat menentukan dalam meningkatkan peluang hidup korban henti jantung. Semakin cepat dilakukan dengan teknik yang tepat, semakin besar kemungkinan korban dapat diselamatkan sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurul menekankan bahwa pemahaman saja tidak cukup, harus diimbangi dengan latihan praktik yang berulang. 

“Kunci dari CPR adalah ketepatan dan keberanian dalam bertindak. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memastikan peserta memahami prosedur yang benar,” tambahnya.

Pelatihan tidak hanya diisi dengan pemaparan teori, tetapi juga praktik langsung yang meliputi pengecekan respons korban, pembukaan jalan napas, teknik kompresi dada, hingga pemberian bantuan napas sesuai standar dasar CPR. 

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan simulasi, sehingga peserta dapat memahami materi secara komprehensif.

Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi situasi gawat darurat sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. (***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved