Bocah Albino di Wonogiri
Viral Bocah Albino di Wonogiri Putri Kembar Kelahiran Rangkasbitung Banten Sering Diajak Selfie
Keberadaan dua bocah albino Wonogiri yang pernah tinggal di Banten tengah viral di media sosial.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Keberadaan dua bocah albino Wonogiri kelahiran Rangkasbitung Banten tengah viral di media sosial.
Dua balita perempuan albino itu merupakan warga Dusun Gadungan, Desa Ngambanan, Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Pasangan suami istri Nunung Kristanto (43) dan Suratmi (36) tak menyangka mendapat momongan dua anak perempuan kembar albino yang sekarang viral di Wonogiri.
• Inilah Sosok Pemuda Mabuk yang Pukuli Mbah Hasyim Hingga Berdarah-darah di Jalan Pemuda Semarang
• Kemarahan Plt Bupati Kudus HM Hartopo Dapati Cuma 2 Orang Perangkat Desa Hadipolo yang Ngantor
• Rano Karno Ungkap Joroknya Lydia Kandou: Nih Perempuan Paling Koboi
• Diejek Tak Bisa Ereksi, Kusnun Sodomi Bocah SD di Ungaran Barat Kabupaten Semarang
Masing-masing bernama Nadya Nur Azzahra dan Nadira Nur Ainiyah.
Nunung dan Suratmi menikah pada 2007 silam.
Putri kembar mereka lahir di Banten, bukan di Wonogiri.
Kini dua bocah lucu nan menggemaskan tersebut telah menginjak usia 3,5 tahun.
Anak perempuan pertama pasangan ini, Nabila Siti Nur Cahyani, sekarang duduk di bangku kelas 1 SMP.
Anak sulung itu terlahir norma.
Keluarga Nunung memutuskan pulang dari rantau di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dua bulan lalu.
Mereka sekarang tinggal di kampung halaman di Dusun Gadungan.
Sejak itu pula buah hatinya tiba-tiba menjadi perhatian warga sekitar dan viral di media sosial.
Suratmi mengatakan, Nadya dan Nadira lahir melalui proses persalinan caesar.
Semula dia tidak menyangka putri kembarnya itu terlahir dengan rambut putih.
"Tahu-tahu pas lahir (anaknya) rambutnya putih.
Ya, rasanya senang.
Tapi saya sempat ketakutan, nanti waktu besar bagaimana, kan berbeda," katanya kepada Tribunjateng.com di kediamannya, Kamis (3/9/2020).
Lantaran terlahir dalam kondisi demikian, pasangan ini ketat menjaga dua buah hatinya supaya tidak terkena sinar matahari.
Kulit Nadya dan Nadira memang sensitif terhadap sinar matahari.
"Jadi ngajak jalan-jalan pas redup.
Saat diajak jalan-jalan warga jadi penasaran, kok seperti bule," ucapnya.
Sejak pulang kampung, beberapa warga yang mampir ke rumah Nunung dan Suratmi.
Mereka ingin melihat putri kembarnya itu.
Tak sedikit pula yang mengajak swafoto saat bertemu di jalan.
Beberapa hari lalu, misalnya, ada seorang warga Klaten yang sengaja mampir untuk sekedar melihat kondisi Nadya dan Nadira.
"Sewaktu tinggal di Banten nggak seheboh ini.
Di sini kadang niatnya mau jalan-jalan malah nggak bisa karena orang kadang minta foto," terangnya.
Tak berbeda dari bocah lain, Nadya dan Nadira kerap berebut benda atau mainan.
Suratmi mengungkapkan, Nadia selaku sang kakak cenderung mengalah apabila berebut mainan dengan adiknya, Nadira.
Perlu diketahui, albino merupakan kelainan yang disebabkan tidak adanya zat warna (pigmen) yang disebut zat melanin.
Pigmen melanin berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
Tidak adanya pigmen kulit membuat penderita lebih rentan terserang kanker kulit.
Kulit juga mudah melepuh dampak terkena sinar matahari.
Gen penyebab kelainan ini bersifat resesif (gen a).
Pada orang yang menderita kelainan albino memiliki genotip homozigot resesif (aa).
Sementara orang yang normal memiliki genotip homozigot (AA).
Ciri albino adalah tubuhnya putih, termasuk rambut. (tribunjateng/agus iswadi)
• Tata Janeeta Pernah Sampai Berlutut di Kaki Suami Memohon agar Tidak Bercerai
• Suami yang Bakar Anak dan Istri di Pekalongan Meninggal Dunia, Polisi Hentikan Penyidikan
• Pesta Seks Gay Digerebek, Ada 6 Syarat Peserta dan 3 Kode Rahasia Untuk Masuk Acara
• Beredar Hoaks Ada Pawai Tim Hendi Sepanjang Tugu Muda Menuju Tempat Pendaftaran, Ini Kata Petahana