Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ternyata Ini Alasan Dohan Hajar Mbah Hasyim hingga Berlumurah Darah di Jalan Pemuda Semarang

Dohan Kamaludin (22) alias Arab tersangka penganiyaan terhadap mbah Hasyim (60) mengaku melakukan aksi penganiyaan lantaran terpancing emosi.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis

Ketika sampai, pelaku menggedor-gedor pintu rumah miliknya.

Mbah Hasyim saat itu sedang tiduran sambil menonton televisi.

Arab bertanya ke Mbah Hasyim di mana posisi Cak Iwan.

Lantaran tidak bertemu dengan yang dicari, ia menduga Mbah Hasyim menyembunyikannya.

Namun Mbah Hasyim bersikeras tidak tahu dan sempat mendorong korban.

Selepas didorong itulah, Arab mengaku Mbah Hasyim sempat memukulnya sebanyak satu kali di pelipis mata kiri.

"Itulah yang bikin saya makin emosi menghajar korban," jelasnya.

Arab menuturkan, melayangkan pukulan berkali-kali dengan tangan kosong.

Pada saat itu ia memang kalap mata dan dipengaruhi minuman keras.

"Saya yang menghajar sendiri, teman saya tidak ikut-ikutan," terangnya.

Anak Mbah Hasyim, Agus (36) membantah pernyataan dari tersangka Arab.

Pasalnya keterangan langsung dari Bapaknya, sewaktu kejadian ia membela diri sebab dipukuli.

"Bapak dipukuli bertubi-tubi oleh pelaku lalu melindungi kepala dengan kedua tangan. Saat melindungi diri dengan tangan itulah pelaku mengira Bapak memukul. Padahal tidak karena saat itu pelaku juga dalam kondisi mabuk," bebernya.

Mbah Hasyim atau Ari Tosin (60) korban salah sasaran Arab di Jalan Pemuda Semarang  dioperasi di RSUP Kariadi Semarang, Senin (7/9/2020).

"Tadi siang Bapak operasi, semua berjalan lancar," ujar Agus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved