Breaking News:

BPBD Kudus Berhasil ‎Temukan Tiga Pendaki Tersesat Dalam 3,5 Jam Pencarian di Argopiloso

BPBD Kabupatn Kudus berhasil menemu‎kan pendaki remaja tersesat dalam proses pencarian kurang lebih 3,5 jam.

tribun/kompasiana
ILUSTRASI PENDAKI- Seorang pendaki sedang meniti pinggir tebing di Gunung Merbabu. Arifatul mahasiswi Unissula Semarang meninggal dunia saat ikuti Pendidikan Dasar Mapala di Merbabu, Boyolali, 9 Februari 2014. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatn Kudus berhasil menemu‎kan pendaki remaja tersesat dalam proses pencarian kurang lebih 3,5 jam, di Argopiloso, Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada hari Rabu (9/9/2020) malam kemarin.

Ketiga pendaki tersebut diketahui bernama Fahrur Bintang (15), Dicky Fahrizal (18), dan Aprilio Dikdaya (17) yang berasal dari Kabupaten Kudus.

Saat ditemukan, satu di antara pendaki menggunakan sajadah untuk menghilangkan hawa dingin.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan ketiga pendaki tersebut ditemukan dengan selamat sekitar pukul 21.30 setelah dilakukan pencarian sejak pukul 18.00.

Sebelumnya, tiga pendaki tersebut dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 17.00.

"Semua dalam kondisi selamat, hanya satu anak yan mengalami trauma ringan," kata Budi Kamis (10/9/2020).

Budi menceritakan, berdasarkan keterangan ketiga korban, mereka melakukan pendakian ke Puncak Argopiloso pada pukul 10.30, hari Rabu (9/9/2020).

"Rencana mereka hanya mengambil swafoto dan kemudian turun kembali," ujarnya.

Namun dalam perjalanan turun, para korban yang tak menguasai jalur akhinya tersesat dan keluar dari jalur pendakian.

"Sekitar pukul 17.00, salah satu korban bisa mengontak keluarganya," lanjutnya.

Kemudian pihak keluarga melaporkan kondisi itu dan meminta bantuan untuk dilakukan pencarian.

Relawan yan terbagi dalam tiga tim itu pun kemudian melakukan penelusuran di sekitar puncak.

Hingga akhirnya ditemukan di antara Puncak Argopiloso dan Puncak Argojembangan pukul 21.30 WIB.

"Proses evakuasi sendiri terhambat karena jalur pendakian yang sangat terjal. Mereka tersesat sekitar tujuh kilometer dari jalur pendakian," jelasnya.

Pendaki masih mengalami trauma dan tidak berkenan memberikan keterangan kepada awak media yang datang ke rumah salah satu pendaki di daerah Dersalam pada hari Kamis (10/9/2020) siang. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved