Lifestyle
Parfum Gaharu dari Jepang Ini Dibanderol Rp 14 Juta, Apa Istimewanya?
Kebiasaan menggunakan dupa aromaterapi di Jepang membuat bahan ini mendapat perhatian khusus.
TRIBUNJATENG.COM - Salah satu bahan yang relatif umum dipakai untuk pembuatan parfum adalah gaharu.
Bahan yang terbuat dari resin itu muncul ketika pohon gaharu terkena penyakit.
Aroma wangi resin tersebut membuatnya banyak dicari orang dan harganya pun melambung.
• Pelakor Sempat Kejang-kejang Saat Berhubungan Badan dengan Suami Orang, Tak Lama Kemudian Tewas
• Saldo Tabungan Puluhan Nasabah Bank di Pekalongan Mendadak Hilang, Ini Penjelasan Aestika
• Viral Istri Cantik Kades Bergoyang Hingga Tanpa Busana di Hotel, Ini Faktanya
• Remaja Ini Jadi Target Ular, Tetap Terlacak Meski Pindah, 8 Kali Digigit Ular Sama dalam 1 Bulan
Saat ini gaharu sering diidentikkan dengan aroma dari kawasan Timur Tengah.
Padahal bahan ini justru berasal dari Asia dan memiliki sejarah panjang di Asia Timur, terutama di Jepang.
Kebiasaan menggunakan dupa aromaterapi di Jepang membuat bahan ini mendapat perhatian khusus.
Mereka bahkan membagi gaharu menjadi enam tingkatan, yaitu sasora, rakoku, sumotara, manaban, manaka, dan kyara.
Gaharu kyara yang disebutkan terakhir, memiliki kualitas tinggi dan dijual seharga 500 dollar AS (sekitar Rp 7,4 juta) per gram, karena faktor kelangkaannya.
Selain itu, hampir tidak ada perusahaan yang menjadikan gaharu kyara sebagai bahan untuk pembuatan parfum.
Namun, Di Ser, perusahaan parfum di Sapporo, Hokkaido, Jepang, menghabiskan waktu selama 15 tahun untuk menyempurnakan proses ekstrak gaharu kyara menjadi minyak yang dapat dipakai sebagai wewangian.
Apa yang dilakukan Di Ser memang memakan waktu lama, namun hasilnya sepadan.
Sebab, meski gaharu kyara sudah ada selama 1.400 tahun di Jepang, belum pernah ada yang bisa memanfaatkannya sebagai bahan parfum, kecuali mereka.
Kerja keras dan waktu yang terbuang untuk mengekstrak gaharu kyara tercermin dalam parfum Kyara, produk pertama rilisan Di Ser yang dijual seharga lebih dari 1.000 dollar AS (sekitar Rp 14 juta) untuk ukuran botol 33 ml.
Di Ser mencampurkan minyak gaharu dengan aroma minyak mawar, nilam, kayu cedar, dan cendana pada parfum ini.
Selain parfum Kyara, Di Ser memiliki koleksi parfum yang dijual seharga 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 juta per botol, dan beberapa lainnya dijual dengan harga tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/semprot-parfum_20160204_142857.jpg)