Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Mengenal Vetiver, Rumput Ajaib Penahan Longsor di Banjarnegara

Rumput Vetiver sepertinya bisa menjadi solusi tanah longsor. Jangan anggap remeh tanaman rumput. Bagi sebagian orang, tanaman itu diaggap gulma

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Persemaian Vertiver di Politeknik Banjarnegara 

Rumput Vetiver sepertinya bisa menjadi solusi untuk tanah longsor. Jangan anggap remeh tanaman rumput. Bagi sebagian orang, tanaman itu diaggap gulma, bahkan tak bernilai apa-apa.

TRIBUNJATENG.COM, BANJAREGARA - Bencana longsor dan erosi selalu jadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan.

Tak jarang bencana itu merenggut harta dan korban jiwa. Bencana sebenarnya dapat dicegah, atau minimal dikurangi risiko kejadiannya.

Di lereng-lereng dengan kemiringan curam, masyarakat biasa membuat talut untuk mengamankan tebing dari risiko bencana alam.

Asik, Bentar Lagi Peserta Didik di Karanganyar Akan Dapat Bantuan Kuota 35 GB

Imam Masjid DIbacok Jemaah saat Salat Maghrib, Berawal dari Kotak Amal

Barcelona Gelar Uji Coba Malam Ini Jelang Liga Spanyol, Luis Suarez Abstain

KSAD Andika Perkasa Jenguk Driver ANTV Korban Penyerangan Anggota TNI ke Polsek Ciracas

Tetapi untuk membangun infrastruktur itu butuh anggaran besar. Padahal belum tentu juga ia efektif menahan longsor.

Tanaman keras dengan perakaran yang kuat dianggap solusi untuk memperkokoh struktur tanah.

Masalahnya, tidak mudah menggalakkan penanaman tanaman keras di lahan miring.

Terlebih jika lahan itu milik pribadi. Petani cenderung berorientasi ekonomis.

Mereka mau menanam tanaman keras jika secara ekonomi menguntungkan. Atau keberadaannya tidak menaungi atau mengganggu tanaman budidaya mereka.

Rumput Vetiver sepertinya bisa menjadi solusi untuk itu. Jangan anggap remeh tanaman rumput. Bagi sebagian orang, tanaman itu diaggap gulma, bahkan tak bernilai apa-apa.

Siapa sangka, jenis tanaman pendek itu punya nilai konservasi yang tinggi. Di antaranya untuk penahan alami longsor dan erosi.

Minggu, (6/9) lalu, warga Desa Prendengan ramai-ramai menanam bibit Vetiver di lereng gunung Pawinihan, sekitar sungai Urang. Bibit itu bantuan dari BPDAS HL Serayu Opak Progo. Di lereng tersebut, pernah ada talut yang dibangun untuk penahan longsor. Tetapi bangunan itu hancur karena tidak kuat menahan pergerakan tanah.

"Kalau membangun infrastruktur itu mahal, belum tentu juga efektif. Vetiver bisa jadi penahan alami untuk mencegah erosi,"kata staf BPDAS HL Serayu Opak Progo Novan Hakim, Sabtu (12/9)

Bagi yang belum paham, mereka mungkin akan timbul pertanyaan. Mengapa warga rela bersusah payah hanya untuk menanam rumput. Padahal tanaman jenis rumput oleh petani biasa dilenyapkan karena dianggap gulma.

Tetapi jangan salah, yang mereka tanam bukan sembarang rumput. Vetiver adalah rumput ajaib yang punya segudang keistimewaan, terutama untuk konservasi. Sekilas, penampakannya tak jauh beda dengan rumput lainnya atau ilalang. Tingginya hanya sekitar 1 meter. Tapi siapa sangka, di dalam tanah yang tidak terlihat, akar Vertivar menghujam sampai 4 meter. Iya, Vetiver tergolong tanaman rumput, tapi fungsinya menyerupai pohon.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved