Breaking News:

Berita Semarang

Lapangan Kerja Jadi Poin Webinar yang Digelar Keluarga Alumni Universitas Wahid Hasyim Semarang

Materi mengenai jadi apa setelah mendapat predikat sarjana, jadi materi dalam seminar virtual yang digelar Keluarga Alumni Universitas Wahid Hasyim (K

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Herry Darman, Ketua Umum DPP KAWAH Semarang, saat mengisi webinar bertema lapangan kerja untuk para alumni Unwahas Semarang, Minggu (13/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Materi mengenai jadi apa setelah mendapat predikat sarjana, jadi materi dalam seminar virtual yang digelar Keluarga Alumni Universitas Wahid Hasyim (KAWAH).

Seminar daring yang diikuti 157 peserta itu, diadakan dalam rangka pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), maupun Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Joko Susanto satu di antara pengisi materi dan juga penulis buku mengenai metode kedisiplinan pelajar menjelaskan, tantangan dunia kerja menjadi realita yang tidak bisa dihindari.

Viral Satu Keluarga di Medan Bawa Parang Datangi Rumah Orang Tak Terima Anaknya Ditegur

Biodata Anthony Xie Suami Baru Audi Marissa

Cerita Mistis Indah Murti Sang Perias Jenazah di Semarang, Sering Dikentutin Jenazah

Rocky Gerung Geram Presiden Jokowi dan Menteri Tak Serius Tangani Covid-19: Mereka Nggak Kompak

"Angka penggangguran bertambah, pada Februari lalu mencapai 60 ribu orang, atau naik 0,6 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hal itu menjadi realitas dan menghantui para lulusan," paparnya, Minggu (13/9/2020).

Guna mengatasi ketakutan tersebut, Joko mengatakan, para lulusan harus mengasah soft skill dan hard skill.

"Dunia kerja butuh keduanya, jika hanya sepihak yang dipertajam peluang memperoleh pekerjaan akan sangat sempat.

Jadi jangan hanya mengejar IPK, namun juga harus menguasai bidang lainya diluar akademik," jelasnya.

Ia menjelaskan, terkadang pelajar lupa kemampuan akan soft skill dan hanya mengejar nilai akademik.

"Indikator sukses memang bisa lewat kesuksesan akademik, namun sukses jadi pelajar belum tentu sukses di dunia kerja.

Maka dari itu, kemampuan soft skill wajib juga diasah untuk masuk ke dunia kerja," paparnya.

Sementara itu, Herry Darman, Ketua Umum DPP KAWAH Semarang, menjelaskan, menciptakan lapangan kerja bagi aluminum menjadi tantangan bagi KAWAH.

"Hal itu sebenaranya sudah menjadi program KAWAH, dan kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jateng.

Kami pun diminta untuk mengisi pos bidang agama dan pondok pesantren oleh Gubernur Jateng," paparnya.

Ia menambahkan, hal itu akan ditindak lanjuti oleh DPP KAWAH Kota Semarang, guna memberikan lapangan kerja bagi para alumni.

"Doakam kami bisa mewujudkan hal tersebut, agar para alamni mendapatkan lapangan kerja, atas kerjasama KAWAH dan Pemprov Jateng," tambahnya. (bud)

Modal Awal Rp 500 Ribu, Arofa Saat Ini Raih Omzet Rp 6 Juta per Bulan Melalui Usaha Handicraft

Kapten PSIS Wallace Costa Sudah Tiba di Semarang, Siap Bergabung dengan Tim

DPRD Jateng Minta Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak Segera Dirampungkan

Hastag Kemenkesgagap Populer di Mahasiswa Stikes, Ternyata Ini Penyebabnya

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved