Breaking News:

Berita Semarang

Hastag Kemenkesgagap Populer di Mahasiswa Stikes, Ternyata Ini Penyebabnya

Jagat dunia maya beberapa lalu digegerkan dengan seruan mahasiswa Stikes. Beramai-ramai mereka mempost #Kemenkesgagap

IST
Seruan mahasiswa Stikes menuntut kesamaan dalam hal bantuan kuota internet, yang di upload di media sosial beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jagat dunia maya beberapa lalu digegerkan dengan seruan mahasiswa Stikes.

Beramai-ramai mereka mempost #Kemenkesgagap dan #Darurat Pendidikan Kesehatan Indonesia.

Hal itu disuarakan sejumlah mahasiswa, karena merasa satuan pendidikan di bawah naungan Kemenkes di anak tirikan.

Viral Satu Keluarga di Medan Bawa Parang Datangi Rumah Orang Tak Terima Anaknya Ditegur

Biodata Anthony Xie Suami Baru Audi Marissa

Rocky Gerung Geram Presiden Jokowi dan Menteri Tak Serius Tangani Covid-19: Mereka Nggak Kompak

Cerita Mistis Indah Murti Sang Perias Jenazah di Semarang, Sering Dikentutin Jenazah

Lantaran hanya satuan pendidikan yang dinaungi Kemendikbud yang mendapatkan kurcuran dana untuk subsidi kuota internet.

Tuntutan mengenai keadilan dalam pembagian alokasi dana pendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga kini pun masih disuarakan.

Beberapa pelajar Stikes pun mengaku serasa dibedakan, karena satuan pendidikan Kemenkes tak mendapat alokasi tersebut.

"Kami juga pelajar, dan terdampak pandemi Covid-19, harusnya pemerintah adil dong, jangan membedak-bedakan," jelas Putri mahasiswi Stikes asal Purwokerto, saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (13/9/2020).

Ia menuturkan, anak kandung Kemendikbud yang terus dibantu namun sekolah di bawah Kemenkes tak digubris.

"Seperti anak tiri saja kami ini. Untuk itu kami juga menuntut hak yang sama seperti yang diberikan negara ke sekolah di bawah Kemendikbud," paparnya.

Sementara itu, Puspita Rini mahasiswi salah satu Stikes di Kota Semarang, menjelaskan, ia bersama pelajar laimya juga mengikuti PJJ dan membutuhkan kuota internet.

"Orang tua kami juga bukan orang mampu, dan kami selalu mengikuti PJJ di tengah pandemi Covid-19. Masak iya kami dibedakan," ucapnya.

Rini mengatakan, semoga ada niat baik dari pemerintah untuk meringankan beban mahasiswa Stikes.

"Kami juga menunggu subsidi itu, tapi kalau tidak ada ya sudah kami pasrah saja," imbuhnya. (bud)

Bea Cukai Jateng DIY Kumpulkan Uang untuk Kas Negara Rp 23,49 Triliun

Lien Noeraini Sebut Satuan Pendidikan di Bawah Naungan Kemenkes Belum Dapat Bantuan Paket Internet

Tren Buku Digital Mulai Digandrungi Pelajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Melalui Jasa Relawan, Baharkam Polri Sosialisasikan Gerakan Pakai Masker Sampai ke Masjid

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved