Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemerintah Yunani bakal Bangun Pengganti Kamp Moria yang Terbakar

Pembangunan kamp baru itu merupakan kesempatan untuk mengatur ulang kebijakan dalam menangani kedatangan migran.

Editor: Vito
ANGELOS TZORTZINIS / AFP
Para migran beristirahat dan bermalam di tempat terbuka, di jalan dekat Mytilene, setelah kebakaran menghancurkan kamp pengungsi Moria terbesar di Yunani di pulau Lesbos, pekan lalu. Ribuan pencari suaka di pulau Lesbos Yunani kehilangan tempat tinggal dan kelaparan setelah kamp terbesar di negara itu terbakar. 

TRIBUNJATENG.COM, ROMA - Pemerintah Yunani mengatakan akan membangun pusat penerimaan permanen bagi para migran dan pengungsi di pulau Lesbos, untuk menggantikan kamp Moria yang hancur akibat kebakaran hebat pekan lalu.

Perdana Menteri (PM) Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan, pusat baru itu merupakan kesempatan untuk mengatur ulang kebijakan dalam menangani kedatangan migran, menurut kabar yang dilansir dari BBC pada Senin (14/9).

Kamp lama di Moria yang penuh sesak telah terbakar pada pekan lalu, menyebabkan lebih dari 12.000 orang pengungsi terlantar tanpa tempat tinggal atau sanitasi yang layak.

Penghuni kamp, bagaimanapun, mengatakan, mereka hanya ingin kesempatan untuk dimukimkan kembali di negara-negara Uni Eropa lain.

Sejak kamp Moria hancur, para migran dan pengungsi telah memprotes rencana untuk membangun kamp lain.

Sementara, penduduk setempat di Lesbos menentang adanya pusat kamp permanen, karena dinilai akan terlalu membebani pulau kecil Lesbos.

Mitsotakis menyebut, apa yang terjadi di Moria, yang merupakan tragedi, harus dilihat sebagai sebuah peluang.

Pertama-tama, sebagai kesempatan untuk mengaktifkan kembali Eropa ke arah solidaritas kepada Yunani, dan untuk mengadopsi kebijakan imigrasi dan suaka bersama di tingkat Komisi Eropa.

Kesempatan kedua dari tragedi itu, dia menyebut, adalah untuk membuat Lesbos memiliki kamp pengungsi permanen, dan memperbaiki pengelolaan masalah pengungsi, sekaligus untuk menghindari persepsi salah urus pengungsi. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved