Breaking News:

Berita Kabupaten Semarang

Bantu Pekerja Terdampak Corona, BP Jamsostek Serahkan Ratusan Paket Sembako

Ia menambahkan, selain ratusan paket sembako perwakilan pekerja penerima bantuan juga mendapat 17 paket APD dan 45 helm

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Ungaran Muslih Hikmat saat menyerahkan simbolis bantuan paket sembako kepada perwakilan perusahaan dikantornya, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dalam rangka meringankan beban pekerja akibat mewabahnya virus Corona (Covid-19) BP Jamsostek menyerahkan ratusan paket sembako kepada perwakilan PT Kamaltex Kabupaten Semarang, dan PT Metinca Prima Industrial Works Salatiga, Kamis (17/9/2020).

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Ungaran Muslih Hikmat mengatakan bantuan itu merupakan program promotif preventif peningkatan gizi terhadap pekerja.

"Ini untuk yang kedua kalinya, total ada 100 paket sembako. Semoga nanti ada bantuan kembali. Selain sembako, ada APD dan helm safety riding," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Kantor BP Jamsostek, Ungaran, Kamis (17/9/2020)

Menurut Muslih, total bantuan paket sembako dari BP Jamsostek untuk seluruh wilayah Jawa Tengah sebanyak 1.370 pekerja.

Ia menambahkan, selain ratusan paket sembako perwakilan pekerja penerima bantuan juga mendapat 17 paket APD dan 45 helm.

"Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pekerja. Meskipun jumlahnya tidak menyasar seluruh pekerja periode selanjutnya semoga ada tambahan," katanya

HRD PT Metinca Prima Industrial Works Salatiga Nabil Albinsaid mengaku bantuan baik bentuk sembako atau lainnya terhadap pekerja sangat membantu.

"Karena apa ada karyawan yang juga dari keluarga kurang mampu. Lalu ada berasal luar kota sehingga butuh biasa indekos dan sebagainya," ujarnya

Dia bercerita adanya pandemi Corona sangat membawa dampak terhadap lajunya produksi perusahaan.

Nabil melanjutkan perusahaan tempatnya bekerja bergerak pada bidang produksi spare part dengan bahan dasar logam titanium.

"Kami ekspor ke Eropa, adanya sejumlah negara menerapkan lockdown tentu berdampak. Meskipun kami tidak ada PHK total 185 karyawan sampai sekarang masih bekerja," jelasnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved