Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ternyata Olahraga, Makan Sehat dan Tidur Teratur Belum Cukup untuk Terhindar dari Penyakit Kronis

Data WHO menyebutkan lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
DISKUSI KESEHATAN - Pakar kesehatan, dr. Sodiqur Rifqi, menjelaskan pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit kronis seperti jantung, Senin (18/8/2025). (dok. istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG –  Data WHO menyebutkan lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung.

Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik. 

Selain itu, prevalensi hipertensi diperkirakan meningkat menjadi 29 persen dari populasi dewasa global pada 2025, sedangkan jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan telah melebihi 20 juta orang pada 2024.

Oleh sebab itu, dalam mendukung pemerintah untuk mengendalikan kematian akibat penyakit kronis, Prodia menggelar Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di 11 kota besar di Indonesia. Salah satunya di Semarang.

Wahyu Satria, satu di antara peserta mengatakan seminar ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan pentingnya menjaga kesehatan dari penyakit kronis.

"Mungkin semua informasi dari internet atau media sosial ada, terkait bagaimana mencegah penyakit kronis.

Tapi akan lebih mendalam jika yang menyampaikan ahlinya.

Terlebih bisa tanya jawab langsung," ujarnya, Senin (18/8/2025).

Tak datang sendiri, Wahyu mengajak istrinya untuk ikut supaya bisa sama-sama saling mengingatkan terkait pola hidup yang sehat.

"Ternyata menerapkan gaya hidup sehat saja belum cukup.

Sudah olahraga, makan sehat, tidur cukup.

Tapi kami juga masih perlu menambah wawasan lebih terkait pencegahan. 

Siapa tahu yang kami lakukan masih salah," tambah pria asal Salatiga ini.

Di lain pihak, Operational Manager Prodia, Wakhid Rizka Saputra, menjelaskan seminar ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengetahuan tenaga medis mengenai skrining, deteksi dini, serta pengelolaan penyakit kronis secara menyeluruh.

“Penyakit kronis merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved