Pembunuhan dan Mutilasi Rinaldi
Ini Pesan Terakhir Korban Mutilasi sebelum Akhirnya Dilaporkan Hilang
Keluarga Rinaldi menceritakan, sebelum tewas sang ibu bernama Sulistyani sempat berkomunikasi dengan putranya Rabu(9/9) siang
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sepasang suami istri menjadi tersangka kasus pembunuhan dengan mutilasi seorang Human Resource and General Affair Manager di sebuah perusahaan konstruksi, Rinaldi Harley Wismanu.
Rinaldi dihabisi nyawanya di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Keluarga Rinaldi menceritakan, sebelum tewas sang ibu bernama Sulistyani sempat berkomunikasi dengan putranya pada Rabu (9/9) siang.
Saat itu, Rinaldi memiliki keinginan agar ibu dan bapaknya segera berangkat umrah.
• Ternyata Ini Motif Pasutri Membunuh dan Memutilasi Rinaldi
• Teror Orang Misterius Lempar Batu ke Truk Jalur Mangkang Semarang
• Wajah Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Rinaldi
• Sudah Ada Klaster Keluarga, Dinkes Semarang Ingatkan Soal Modus Piknik Tipis-Tipis
Tak disangka, obrolan tersebut justru menjadi obrolan terakhir Rinaldi dengan keluarga karena Rabu malamnya pihak keluarga sudah tidak dapat menghubungi Rinaldi.
"Terakhir itu hari Rabu masih komunikasi.
Om Rinaldi bilang, pokoknya ibu harus segera umrah biar saya yang biayai.
Sudah ya bu, Har pergi meeting dulu," kata keponakan Rinaldi, bernama Aden Putera Ichlasul Amal di rumah duka, Jalan Nologaten, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Kamis (17/9).
Usai percakapan tersebut, pihak keluarga mulai putus komunikasi.
Semua keluarga besar pun merasa khawatir.
"Karena om Rinaldi ini anak pertama.
Baik sekali kepada adik-adiknya dan keponakan.
Kalau keponakan paling dekat dengan saya.
Ya, kami mulai khawatir semenjak itu kok handphonenya tidak bisa dihubungi," katanya.
Selang tiga hari, tepatnya pada Sabtu (12/9) pihak keluarga mendapat kabar Rinaldi dinyatakan hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bukti-sitaan-rinaldi.jpg)