Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Ruwat Rambut Gembel Dieng di Tengah Pandemi Covid-19 Berlangsung Sederhana

Prosesi potong rambut gimbal menjadi sajian penutup Dieng Culture Festival 2020 di komplek Rumah Budaya Dieng, Kamis (17/6).

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Prosesi pemotongan rambut gimbal di komplek rumah budaya Dieng 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Prosesi potong rambut gimbal menjadi sajian penutup Dieng Culture Festival 2020 di komplek Rumah Budaya Dieng, Kamis (17/6).

Meski hanya diikuti oleh tiga anak berambut gimbal, ritual tersebut tetap sakral.

Protokol kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.

BREAKING NEWS: BBPOM Gerebek Rumah di Kuala Mas Semarang, Ditemukan 769.595 Obat Pelangsing Ilegal

Brigjend TNI Susilo Lulusan SMAN 1 Lasem Rembang Ini Kini Jadi Pejabat di Kostrad

Suami Merantau, Tante Cantik Terpikat Berondong hingga Hamil, Janin Dikubur di Kebun Mete

Sempat Tak Punya Kerjaan hingga Numpang di Rumah Ruben Onsu, Kenta Kini Harus Cabut

Mereka yang sebagian berpakaian adat Jawa mengenakan pelindung wajah, baik face shield maupun masker selama prosesi berlangsung.

Sesepuh Adat Dieng, Mbah Sumanto mengatakan pandemi Covid-19 membuat prosesi pemotongan rambut gimbal dilakukan secara sederhana.

Tetapi kesederhanaan acara itu tetap tidak mengurangi makna.

Urutan prosesi dari ruwatan sampai pemotongan rambut pun dilakukan secara lengkap.

Bahkan, sebelum dilaksanakan pemotongan rambut gimbal, sesepuh adat melakukan ritual laku lampah atau napak tilas ke tempat-tempat yang dikeramatkan.

"Prosesi dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hanya biasanya pemotongan rambut gimbal dilaksanakan di Candi Arjuna, untuk kali ini digelar secara terbatas di komplek Rumah Budaya Dieng," katanya, Kamis (17/9)

Tiga anak yang dipotong rambutnya dalam prosesi pemotongan rambut gimbal seperti biasa memiliki permintaan yang harus dipenuhi.

Ada yang meminta handphone, tablet, kalung, bahkan ada yang hanya meminta makanan buntil dan bakso.

Di prosesi itu, Mbah Sumanto juga tidak lupa menyematkan doa untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dia berharap mewabahnya Covid 19 di seluruh negeri segera berakhir sehingga keadaan bisa kembali normal seperti sedia kala.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengapresiasi berjalannya DCF di tahun ini di tengah pandemi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved