Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Ketua PSHT Pesan Jangan Ada Gerakan Massa di Kota Solo: Serahkan kepada Kepolisian!

Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo berpesan jangan ada gerakan massa.

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/RYANONO PUJI SANTOSO
Polisi menghalau gerombolan massa PSHT yang berkumpul di Plaza Manahan, Kota Solo, Selasa (15/9/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo berpesan jangan ada gerakan massa.

Dia meminta segenap warganya tidak mengumpulkan massa seperti yang terjadi di Plaza Manahan Solo beberapa waktu silam.

Ketua PSHT Cabang Solo, Arif Hudayanto mengatakan pihaknya menyerahkan seutuhnya pengusutan kasus pembacokan anggota PSHT di kawasan Mojosongo kepada pihak kepolisian.

Tim Desa Binaan Undip Berikan Updating Kalender Rob 2020 ke Warga Pesisir Semarang

Video 35 Pengguna Jalan Terjaring Razia Masker

Lesti Kejora Dibuat Nangis Sesenggukan gara-gara Ucapan Paman Rizky Billar, Ada Apa?

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Belum Puas Performa Barisan Depan Timnya

"Saya mengimbau mari kita serahkan penanganan pada kepolisian agar melakukan penelusuran sebaik-baiknya," papar Arif, Selasa (22/9/2020).

Arif juga meminta agar warga PSHT tidak turun ke jalan. 

"Kepada sedulur agar tidak turun ke jalan dan warga PSHT di luar solo tidak perlu datang ke Solo," kata dia.  

"Sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru," paparnya.

Dia mengatakan, agar warga PSHT tidak terprovokasi dan terpancing ajakan melalui mendsos untuk menghitamkan Solo.

Pesan Pengurus PSHT Jawa Tengah

Sebelumnya, kabar insiden penganiayaan terhadap pesilat PSHT di Kartasura, beredar di media sosial sejak Selasa (15/9/2020).

Disebutkan, pesilat PSHT dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Selasa (15/9/2020) dini hari.

Sekretaris PSHT Jawa Tengah, Danar Sutopo, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Sutopo, penyerangan tersebut dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab sekira pukul 02.00 WIB. 

Sutopo mengatakan penyerang terhadap anggota tersebut diduga menggunakan senjata tajam. 

"Pada Selasa dini hari kisaran pukul 02.00 WIB, itu ada korban dari PSHT atas penganiayaan dengan senjata tajam. Anggota kami luka-luka," terang Sutopo kepada TribunSolo.com.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved