Breaking News:

Berita Solo

Ketua PSHT Pesan Jangan Ada Gerakan Massa di Kota Solo: Serahkan kepada Kepolisian!

Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo berpesan jangan ada gerakan massa.

TRIBUNSOLO.COM/RYANONO PUJI SANTOSO
Polisi menghalau gerombolan massa PSHT yang berkumpul di Plaza Manahan, Kota Solo, Selasa (15/9/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo berpesan jangan ada gerakan massa.

Dia meminta segenap warganya tidak mengumpulkan massa seperti yang terjadi di Plaza Manahan Solo beberapa waktu silam.

Ketua PSHT Cabang Solo, Arif Hudayanto mengatakan pihaknya menyerahkan seutuhnya pengusutan kasus pembacokan anggota PSHT di kawasan Mojosongo kepada pihak kepolisian.

Tim Desa Binaan Undip Berikan Updating Kalender Rob 2020 ke Warga Pesisir Semarang

Video 35 Pengguna Jalan Terjaring Razia Masker

Lesti Kejora Dibuat Nangis Sesenggukan gara-gara Ucapan Paman Rizky Billar, Ada Apa?

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Belum Puas Performa Barisan Depan Timnya

"Saya mengimbau mari kita serahkan penanganan pada kepolisian agar melakukan penelusuran sebaik-baiknya," papar Arif, Selasa (22/9/2020).

Arif juga meminta agar warga PSHT tidak turun ke jalan. 

"Kepada sedulur agar tidak turun ke jalan dan warga PSHT di luar solo tidak perlu datang ke Solo," kata dia.  

"Sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru," paparnya.

Dia mengatakan, agar warga PSHT tidak terprovokasi dan terpancing ajakan melalui mendsos untuk menghitamkan Solo.

Pesan Pengurus PSHT Jawa Tengah

Sebelumnya, kabar insiden penganiayaan terhadap pesilat PSHT di Kartasura, beredar di media sosial sejak Selasa (15/9/2020).

Halaman
123
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved