Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anwar Ibrahim Sesumbar Gantikan Muhyiddin sebagai PM Malaysia

Anwar Ibrahim mengklaim memiliki suara mayoritas di parlemen untuk menjadi Perdana Menteri (PM) baru Malaysia.

Editor: Vito
MOHD RASFAN/AFP
Pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR), Anwar Ibrahim 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR), Anwar Ibrahim, mengumumkan telah mengantongi suara mayoritas yang kuat, tangguh, dan meyakinkan untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Pengumuman itu disampaikannya dalam konferensi pers, Rabu (23/9), yang juga disiarkan langsung melalui Facebook. Dilansir dari Mothership, Anwar juga telah menulis surat kepada Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Abdullah, untuk meminta audiensi.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Anwar mengklaim memiliki suara mayoritas di parlemen untuk menjadi Perdana Menteri (PM) baru Malaysia. “Pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah jatuh” tegas Anwar.

Meski demikian, Anwar menambahkan, dia tidak memiliki masalah pribadi dengan PM Malaysia saat ini, Muhyiddin Yassin.

Menanggapi pertanyaan hadirin dalam konferi pers itu, Anwar menyatakan, bahwa ini bukanlah pemerintahan 'pintu belakang'. Ia juga menolak untuk mengungkapkan jumlah anggota Parlemen yang mendukungnya.

Dia menambahkan, Raja Malaysia harus menjadi yang pertama tahu, dan dia akan mengungkapkannya setelah bertemu dengan Yang Dipertuan Agong. Anwar menyatakan, akan memprioritaskan penanganan pandemi covid-19, masalah ekonomi, dan ketimpangan ekonomi.

Ia berujar, istrinya, Wan Azizah, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil PM di pemerintahan Pakatan Harapan, tidak akan menjalankan peran yang sama di pemerintahan berikutnya.

Adapun, diperlukan minimal 112 kursi untuk membentuk pemerintahan di Malaysia. Koalisi berkuasa Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin memiliki mayoritas sangat tipis 113 kursi.

Anwar saat ini memimpin koalisi Pakatan Harapan yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinannya, Partai Aksi Demokratik (DAP), dan Partai Amanah dengan total 91 kursi.

Sementara, PM Malaysia, Muhyiddin Yassin melalui pernyataan tertulis yang dirilis Kantor Perdana Menteri, Rabu sore (23/9), menegaskan, dia masih menjabat sebagai PM Malaysia yang sah.

Ia meminta pemimpin oposisi Anwar Ibrahim membuktikan klaim bahwa dia telah mengamankan mayoritas parlemen yang cukup untuk membentuk pemerintahan baru. “Hingga klaim terbukti, pemerintahan Perikatan Nasional tetap berdiri teguh.” bunyi pernyataan Muhyiddin.

Perdana menteri 73 tahun itu juga meminta rakyat Negeri Jiran agar tenang menghadapi kemelut politik terbaru ini. Muhyiddin memastikan proses politik akan berjalan sesuai dengan konstitusi dan UU Malaysia.

Dalam waktu bersamaan, Istana Negara, kediaman resmi Raja Malaysia, merilis pernyataan mengkonfirmasi klaim Anwar bahwa dia telah menjadwalkan pertemuan dengan Yang Dipertuan Agong Raja Abdullah.

Pernyataan itu menyebut audiensi Anwar dengan Agong awalnya dijadwalkan pada Selasa lalu. Namun, pertemuan ditangguhkan karena Sultan Abdullah harus menjalani perawatan di Institusi Jantung Negara. Tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai kapan pertemuan akan dijadwal ulang. (Kompas.com/Kontan.co.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved