Breaking News:

300 Kapal China Panaskan Situasi di Perairan Amerika Selatan

Sebanyak 300 kapal Tingkok bergerak dari tepi cagar laut Galapagos ke perairan lepas Peru.

Editor: Vito
Tangkap Layar YouTube Kompas TV
ilustrasi - Ada pelanggaran wilayah laut yang dilakukan sejumlah kapal China di Laut Natuna Utara 

TRIBUNJATENG.COM, EKUADOR - Situasi di pantai Pasifik Amerika Selatan memanas. Melansir Los Angeles Times, kondisi itu dipicu aksi armada penangkap ikan raksasa Tiongkok yang terdiri dari sekitar 300 kapal bergerak dari tepi cagar laut Galapagos ke perairan lepas Peru.

Pada Selasa sore, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden Trump mengecam China atas berbagai masalah, mulai dari virus corona hingga hak asasi manusia.

Ia juga menyoroti aksi penangkapan ikan dan perilaku maritim Tiongkok, dengan mengatakan bahwa negara itu membuang jutaan ton plastik dan sampah ke lautan, menangkap ikan berlebihan di perairan negara lain, dan menghancurkan terumbu karang.

Tak lama setelah itu, Kedutaan Besar AS di Peru mengeluarkan tweet yang mengatakan mega-armada China berada di lepas pantainya. Kedutaan AS di Peru menuduh armada itu mengubah nama kapal dan menonaktifkan pelacakan GPS untuk membatasi pengawasan aktivitas armada.

"Penangkapan ikan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ekologi dan ekonomi yang sangat besar," kata tweet itu. Peru tidak bisa menanggung kerugian seperti itu.

Hal itupun mendorong tanggapan cepat oleh Kedutaan Besar China di Peru, yang menunjukkan bahwa AS berbohong tentang integritas lingkungan dan maritim armada.

“Kami berharap masyarakat Peru tidak tertipu informasi yang tidak benar,” demikian bunyi pernyataan yang ditulis dalam bahasa Spanyol, seperti dilansir LA Times.

Tahun ini, armada penangkapan ikan China disebut telah mengancam keamanan sumber makanan. Hal itu menjadi konflik terbaru yang melibatkan dorongan China untuk memanen makanan laut dari lautan di seluruh dunia.

Mulai Juli, pemerintah Ekuador dan kelompok lingkungan internasional telah melacak armada besar yang diparkir di tepi Cagar Laut Galapagos, situs Warisan Dunia UNESCO, dan taman nasional Ekuador.

LA Times memberitakan, menurut laporan yang dikeluarkan Oceana, yang melacak armada tersebut, armada penangkapan ikan China tercatat melakukan sekitar 73.000 jam penangkapan ikan antara 13 Juli dan 13 Agustus, dan menyumbang 99 persen dari aktivitas penangkapan ikan di perimeter cadangan.

Data yang dirilis LA Times menunjukkan, armada penangkapan ikan China di seluruh dunia sangat besar, dengan perkiraan mencapai 17.000 kapal yang berlayar di perairan jauh dari pantai China. Sementara, AS melaporkan sekitar 300 kapal penangkap ikan di perairan internasional. (Kontan.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved