Berita Semarang
Cerita Mistis Bekas Kampus STIE Anindya Guna Semarang, Youtuber Misteri Sebut Lokasi Bikin Merinding
Penemuan kuburan orok bayi perempuan di lantai 2 bekas gedung Kampus STIE Anindya Guna atau tepat di seberang RSUP dr Kariadi Penemuan kuburan bayi
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penemuan kuburan orok bayi perempuan di lantai 2 bekas gedung Kampus STIE Anindya Guna atau tepat di seberang RSUP dr Kariadi membuat geger warga Semarang.
Pasalnya gedung yang terbengkalai tersebut dikenal angker oleh warga sekitar.
"Gedung itu sudah lama terbengkalai, sekira hampir enam tahun malah dimanfaatkan untuk buang orok bayi," kata warga Ari yang menjadi jukir di sekitar lokasi kepada Tribunjateng.com , Jumat (25/9/2020).
• Berikut Susunan Pemain Timnas U-19 Indonesia Vs Bosnia Herzegovia: Rotasi Pemain, Jack Brown Striker
• Benarkah Jandia Eka Putra Diminati Semen Padang FC? Ini Jawaban Kiper PSIS Semarang
• Berikut Susunan Pemain Timnas U-19 Indonesia Vs Bosnia Herzegovia: Rotasi Pemain, Jack Brown Striker
• Timnas U-19 Indonesia Vs Bosnia Herzegovina U-19, Link Live Streaming Malam Ini Kick Off Pukul 21.00

Ari menyebut, kondisi gedung memang tidak terurus.
Halaman depan gedung dimanfaatkan oleh karyawan di toko alat kesehatan untuk memarkir mobil.
"Akses jalan menuju gedung ada dua, lewat depan dan belakang.
Namun yang jalur belakang tidak bisa dilewati karena telah ditutupi semak-semak," ujarnya.
Youtuber Misteri Semarang, Dewangga menuturkan, pernah melakukan pengambilan video misteri di gedung tersebut sekira dua bulan lalu.
Gedung tersebut terdiri dari empat lantai, lokasi penemuan bayi berada di lantai 2 di tanah bekas taman di gedung tersebut.
Dewangga menyebutkan lokasi di gedung tersebut yang bikin merinding.
"Aura mistis paling kuat di lantai 3 dan 4, kini lantai 2 ada kuburan orok bayi oleh orang tak bertanggung jawab tentu membuat kesan mistis makin terasa," ungkapnya.
Ia menyebut tindakan dari orangtua bayi tentu jauh dari sikap tidak bertanggung jawab.
Ia menilai bayi bisa saja merupakan praktik aborsi hasil hubungan gelap dua sejoli.
"Sebagai warga Semarang kami harap polisi segera menangkap kedua pelaku," ungkapnya.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Juliana BR mengatakan, masih memburu pelaku pengubur orok bayi perempuan tersebut.