Berita Semarang
Gilo Gilo Semarang Gerobak Dorong Jajanan Murah Meriah dari Camilan hingga Buah
Gilo gilo atau gilo-gilo merupakan gerobak dorong yang menjajakan aneka jajanan di Semarang.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
Tujuannya agar daya dan luas jelajah lebih tinggi ketika dibawa berkeliling.
Pasalnya, Sekaran merupakan daerah perbukitan sehingga kontur wilayahnya tidak rata.
"Dulu punya saya berupa gerobak dorong.
Karena jalanan turun naik, gerobak saya tambahi motor," paparnya.
Namun, dia menjelaskan gerobak gilo gilo yang dimodifikasi itu tak banyak.
Sampai sekarang masih banyak penjual gilo gilo yang menggunakan gerobak dorong alias jalan kaki berkeliling mendorong gerobaknya.
Kapan gilo gilo mulai ada di Semarang?
Sepanjang pengetahuan Rusdi, sekira tahun 1980-an sudah banyak.
"Setahu saya tahun 1980-an itu sudah ada. Tahun-tahun itu awal kedatangan saya di Semarang," jelasnya.
Tsabit Azinar Ahmad, dosen Sejarah Unnes, menyatakan gilo gilo diperkirakan ada di Semarang sejak pertengahan abad XX.
"Sepertinya gilo-gilo telah ada pada pertengahan abad 20," tuturnya kepada Tribunjateng.com.
Penulis buku Syarikat Islam Banjarnegara itu menerangkan, penjual gilo gilo di Semarang berkaitan dengan hik Solo.
Banyak penjualnya berasal dari Klaten.
"Setahu saya masih ada kaitannya dengan hik Solo.
Karena penjualnya dulu banyak yang berasal dari sana, terutama Klaten," tandas Tsabit.