Berita Semarang
Gilo Gilo Semarang Gerobak Dorong Jajanan Murah Meriah dari Camilan hingga Buah
Gilo gilo atau gilo-gilo merupakan gerobak dorong yang menjajakan aneka jajanan di Semarang.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gilo gilo atau gilo-gilo merupakan gerobak dorong yang menjajakan aneka jajanan di Semarang.
Keberadaan gilo gilo ini tidak khusus di wilayah tertentu Semarang, ada di pusat kota hingga ke pinggiran.
Jajanan yang dijual antara lain aneka gorengan, aneka sate, buah-buahan, nasi kucing, dan jajan pasar.
Harga per jajan terjangkau bahkan murah meriah, mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 2.000.
• Klaster Baru, Kadinkes Kota Semarang Minta Warga Tak Datang Takziah Jika Tetangga Belum Ditracing
• Viral Dalang Cilik Ngamuk ke Bapaknya Karena Salah Nada Saat Latihan: Mboten Kados Niki
• 50 Orang Tewas Kecelakaan di Denpasar Bali, Ini Kata Iptu Ni Luh Tiviasih
• Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris
Di Semarang, penjual gilo gilo memang dijumpai di berbagai sudut kota.
Kehadirannya sampai di kawasan yang berada di pinggiran tapi ramai.
Meski kerap mangkal di lokasi tertentu, mereka tetap berkeliling ke berbagai area.
Satu di antaranya Rusdi (41), penjual gilo gilo yang beroperasi di Sekaran, Kecamatan Gunungpati.
Daerah ini merupakan kawasan ramai berkat keberadaan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dulu bernama IKIP Negeri Semarang.
Rusdi menyebut istilah gilo gilo berasal dari bahasa Jawa yakni "niki lo-niki lo".
"Yang saya tahu dari bahasa Jawa 'niki lo-niki lo.' Lama kelamaan menjadi gilo gilo," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Senin (14/9/2020).
Warga asli Purwodadi yang sudah puluhan tahun tinggal di Semarang ini menambahkan, gilo gilo sejak dulu dari segi bentuk berupa gerobak dorong.
Seiring perkembangan zaman, gerobak dorong gilo gilo banyak dimodifikasi.
Tak terkecuali gerobak gilo gilo miliknya.
Dia menambahkan sebuah mesin motor pada gerobaknya.