Berita Internasional
Ramos Horta Murka, Kenapa 2 Bank dari Indonesia Ini Masih Menjadi Pilihan Warga Timor Leste
Ia mengungkapkan 'kemarahannya' melalui opini yang ditulisnya di laman The Oekusi Post pada 11 September 2020 kemarin
TRIBUNJATENG.COM - Di tengah kondisi ekonomi Timor Leste yang memprihatinkan, terungkap bahwa Timor Leste juga harus menghadapi 'bunga mematikan' dari bank-bank asing yang beroperasi di negara tersebut.
Salah satunya adalah Bank Mandiri dan BRI, lainnya yakni BNU/CGS, dan ANZ Bank.
Selain memberikan pinjaman dengan bunga mematikan, bank-bank tersebut juga disebut memberikan pinjaman paling sedikit.
• 50 Orang Tewas Kecelakaan di Denpasar Bali, Ini Kata Iptu Ni Luh Tiviasih
• Cerita Mistis Bekas Kampus STIE Anindya Guna Semarang, Youtuber Misteri Sebut Lokasi Bikin Merinding
• Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris
• Ada Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa Menurut Hasil Riset ITB Terbitan September 2020
Hal tersebut membuat Mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, murka.
Menurutnya, bunga yang sangat tinggi itu adalah pembunuh sektor swasta Timor Leste dan menjadi hambatan nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan 'kemarahannya' melalui opini yang ditulisnya di laman The Oekusi Post pada 11 September 2020 kemarin.
Ramos Horta mengungkapkan keheranannya tentang bagaimana Pemerintah dan Bank Sentral bungkam terhadap 'bunga kejam' yang dibebankan cabang bank asing di Timor Leste tersebut.
Juga mengapa BCTL (Bank Sentral Timor Leste) dan banyak lembaga publik lainnya memilih bank-bank tersebut untuk simpanan dolar negara.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2019, cabang bank lokal dari bank asing tersebut mengambil simpanan 1 miliar dolar AS.
"Sebuah pertanyaan yang harus ditanyakan dan harus dijawab... mengapa bank asing yang memberi pinjaman paling sedikit dan memberikan pinjaman dengan bunga mematikan adalah pilihan BCTL (dan bank lembaga publik) yang disukai untuk simpanan dolar negara kita?" tulisnya.
"Apakah simpanan ini disimpan di TL atau mendanai dan memperoleh bunga di luar negeri untuk bank asing ini," sambungnya.
Ramos Horta mengaku telah terlibat dengan ratusan pemimpin global yang menyerukan penghapusan hutang negara-negara Dunia Ketiga.
Ia menyayangkan bahwa saat negara Dunia Ketiga seperti Timor Leste menjadi korban pandemi dan kehancuran ekonomi, justru harus menghadapi masalah pinjaman tersebut.
"Dan apakah kita diharapkan untuk terus membayar kepentingan skandal yang dikenakan oleh pemberi pinjaman?" tulisnya.
Terlebih, atas kondisi tersebut pemimpin nasional Timor Leste belum memberikan pernyataan apapun atau mengambil langkah untuk melibatkan pemberi pinjaman dalam dialog.
"Paling tidak menengahi, menegosiasikan kembali hutang-hutang yang belum dibayar ini dengan bank," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jose-ramos-horta_20160507_082359.jpg)