Breaking News:

Pilkada 2020

Masa Kampanye Pilbup Semarang 2020, Bawaslu Temukan Ratusan APK Melanggar

Memasuki tahapan masa kampanye Pilbup Semarang 2020, Bawaslu mencatat telah ada ratusan APK milik Paslon yang terpasang melanggar aturan

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkhis. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Memasuki tahapan masa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang 2020, terhitung mulai 26 September kemarin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat telah ada ratusan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon (Paslon) yang terpasang melanggar aturan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkhis mengatakan, selain pelanggaran berupa pemasangan APK juga terdapat sejumlah ASN yang tidak netral. Beberapa dari hasil penelurusan Bawaslu tidak terbukti, sedangkan sebagian telah diberikan sanksi melalui mekanisme Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Yang tidak terbukti kami umumkan di papan pengumuman. Kedua, yang terbukti sudah kita putus dan kami juga merekomendasikan sanksi ke KASN. Selanjutnya diteruskan ke Bupati Semarang dan telah ditindaklanjuti. Lalu, terkait masa kampanye pemasangan APK jumlahnya ratusan banyak yang melanggar aturan,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (1/10/2020).

Belum Dapat Subsidi Gaji Meski Sudah Tahap 4? Menaker Imbau Karyawan Hubungi Pemberi Kerja

Suara Ledakan Dahsyat di Langit Prancis Getarkan Bangunan hingga Bikin Warga Ketakutan

Pasar Modal Tokyo Jepang TSE Berhenti Transaksi karena Sistem Eror, Penyebab Belum Diketahui

Sebelum Ada Bentrokan di TMP Kalibata, Gatot Nurmantyo Sempat Bersitegang dengan Dandim

Menurut Talkhis, ratusan APK terpasang pada sejumlah lokasi milik paslon baik nomor urut 1 Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono (Bison) maupun nomor urut 2 Ngesti Nugraha-M Basari (Ngebas) yang melanggar sebelum dan sesudah ditetapkan KPU.

Ia menambahkan, atas temuan Bawaslu terkait APK yang melanggar lokasi pemasangan saat ini sedang proses inventarisir. Kemudian, setelah selesai didata termasuk titik lokasi dan jenis APK akan ditindaklanjuti bersama KPU agar diberikan teguran.

“Jika dalam waktu 1x24 jam tidak ada respon baik dari paslon, tim sukses maupun tim kampanye Bawaslu akan tertibkan bersama Satpol PP. Jumlah sementara seluruh wilayah Kabupaten Semarang APK terpasang namun melanggar mencapai ratusan,” katanya

Terpisah Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi menyampaikan APK paslon yang difasilitasi KPU sedang dalam proses cetak. Nantinya, setiap masing-masing paslon bakal mendapatkan APK berupa baliho 5 buah, umbul-umbul 20, dan spanduk 2 buah. Sedangkan bahan kampanye berupa brosur atau leaflet prosesnya juga masih dicetak.

Maskup mengungkapkan sesuai regulasi PKPU dan surat keputusan KPU Kabupaten Semarang para tim sukses paslon diperbolehkan menambah jumlah APK sampai 200 persen dari jumlah APK yang dicetak oleh KPU. Mengenai desaign APK lanjutnya, tidak harus sama dengan KPU asalkan tidak melanggar ketentuan kampanye.

“Targetnya besok Jumat secepatnya kami serahkan kepada perwakilan masing-masing paslon untuk APK. Khusus leaflet kami targetkan dalam lima hari kedepan telah diterima tim kampanye sehingga bisa digunakan untuk kegiatan kampanye,” ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved