Berita Grobogan
Ini Penyebab Api Abadi Mrapen Grobogan Padam, Pemerintah Punya Cara agar Api Menyala Kembali
Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, padam total.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Namun demikian, kata dia, cara tersebut memiliki risiko jika terjadi kebocoran.
Cara ini, menurutnya telah dilakukan pada 1990 ketika nyala Api Abadi Mrapen redup.
"Berdasarkan cerita, dulu pernah redup dan kualitas nyalanya berkurang.
Lalu dilakukan pengeboran dan penyambungan menggunakan pipa," terang Haerudin yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jateng.
Lalu cara kedua, lanjutnya, yakni dengan penyambungan dari titik pengeboran sebelumnya yang dilakukan di minimarket.
Disambungkan pipa hingga mulut lubang Api Abadi Mrapen.
Cara ini dinilai paling mudah dan tidak begitu berisiko.
Api Abadi Mrapen merupakan destinasi wisata unik dan populer yang sudah terkenal di Nusantara.
Api biru yang melegenda itu kerap dijadikan sumber nyala api obor beberapa agenda nasional dan internasional.
Mulai dari pesta olahraga internasional Ganefo pada 1 November 1963, dengan jumlah peserta 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 23 Agustus 1996.
Setiap tahun Api Abadi Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor upacara Hari Raya Waisak bagi umat Buddha.
Menilik cerita sejarah yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat setempat, keberadaan Api Abadi Mrapen terkait dengan sejarah masa akhir Kerajaan Majapahit yang ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro pada tahun 1500-1518 Masehi.
Konon Api Abadi Mrapen muncul setelah Sunan Kalijaga mencari sumber air untuk prajuritnya dengan menancapkan tongkatnya ke tanah.
Namun, lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya sumber Api Abadi Mrapen.
Lalu tancapan tongkat Sunan Kalijaga yang kedua kalinya di tempat lain mengeluarkan semburan air yang bersih dan bening.