Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pasukan Makin Merangsek Maju, Presiden Azerbaijan Ingatkan Armenia untuk Segera Mundur

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menuntut Armenia menetapkan jadwal untuk mundur dari Nagorno-Karabakh dan wilayah di sekitar Azerbaijan.

Tayang:
Editor: m nur huda
Handout / Kementerian Pertahanan Azerbaijan / AFP
Tangkapan gambar yang diambil dari video yang tersedia di situs web resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Senin (28/9), diduga menunjukkan serangan artileri Azeri terhadap posisi separatis Armenia di wilayah yang memisahkan diri dari Nagorno-Karabakh. 

TRIBUNJATENG.COM, BAKU – Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menuntut Armenia menetapkan jadwal untuk mundur dari Nagorno-Karabakh dan wilayah di sekitar Azerbaijan.

Dia menambahkan, Azerbaijan tidak akan menghentikan aksi militer hingga tuntutannya tidak dilaksanakan Armenia.

Hal itu diungkapkan Aliyev pada Minggu (4/10/2020) melalui siaran televisi milik pemerntah sebagaimana dilansir dari Reuters.

Penyebab Laga Juventus vs Napoli di Liga Italia Tadi Malam Ditunda

Laga Juventus vs Napoli Dibatalkan Setengah Jam Jelang Pertandingan Liga Italia

Kampung di Klaten Digeruduk Ratusan Orang, Warga Tutup Pintu Rumah dan Matikan Lampu

Ini 3 Prajurit TNI Penerima Bintang Nararya dari Jokowi: Ada Kopassus, Marinir, Batalyon Kesehatan

Aliyev mengatakan, pasukan Azerbaijan semakin bergerak maju dalam pertempuran mereka dengan Armenia selama sepekan terakhir untuk merebut kembali tanah yang mereka kuasai dari etnis Armenia pada 1990-an.

"Azerbaijan punya satu syarat, yaitu pembebasan wilayahnya. Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan. Kami harus kembali dan kami akan kembali,” kata Aliyev.

Dia menambahkan, pasukan Armenia harus mundur, tidak hanya melalui dengan kata-kata, tetapi juga disertai perbuatan.

Dengan demikian, sambungnya, pertempuran akan berhenti.

Aliyev mengatakan, komunitas internasional telah gagal selama tiga dekade untuk menegakkan resolusi PBB atau menekan Armenia untuk mengembalikan wilayah Azerbaijan.

Isi dan nada pesan Aliyev menjelaskan bahwa Baku tidak akan menerima seruan untuk melakukan gencatan senjata segera, sebagaimana yang didesak oleh Rusia, Amerika Serikat ( AS), dan Uni Eropa.

Di sisi lain, Pejabat Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan mengatakan, pesan Aliyev tersebut sama sekali tidak mengancam Armenia.

“Meski demikian, kami masih dalam peperangan,” kata Hovhannisyan.

Pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia tersebut merupakan bentrok terparah sejak 1990-an, di mana 30.000 orang tewas dan konflik menyebar di luar wilayah Nagorno-Karabakh.

Pertempuran tersebut membawa kekhawatiran internasional karena di wilayah Kaukasus Selatan tersebut terdapat jaringan pipa minyak dan gas bumi Azerbaijan yang diekspor ke seluruh dunia.

Konflik itu dikhawatirkan akan menyeret kekuatan utama regional seperti Turki yang mendukung Azerbaijan dan Rusia yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia.

Ratusan orang dinyatakan tewas selama pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia tersebut di mana sebanyak 40 orang korban tewas berasal dari warga sipil.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved