Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Jenazah Wanita Dimandikan Perawat Pria, Massa Geruduk Rumah Sakit Minta Direksi Dicopot

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah mencopot direksi RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar pasca pemandian jenazah wanita oleh perawat pria.

Editor: m nur huda
bbc
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNJATENG.COM, SIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah mencopot jajaran direksi RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar pasca terjadinya pemandian jenazah wanita yang dilakukan oleh perawat pria.

Pencopotan direksi RSUD itu disampaikan Hefriansyah di hadapan massa yang berunjuk rasa di Lapangan Adam Malik, Senin (5/10/2020) siang.

Orang nomor satu di Pematangsiantar ini menyampaikan akan melakukan tindakan tegas dari polemik ini.

Sudah Minta Maaf, Proses Hukum Ketua MUI Penghina Wapres KH Maruf Amin Jalan Terus

Polisi Mabuk Tak Mau Bayar Ngamuk di Kafe, Todong Kapolsek dengan Senjata 

Pulang, Lampu Mati Suami Dihalangi Istri Masuk Kamar Ternyata Ada Perangkat Desa Tak Pakai Baju

UU Cipta Kerja yang Disahkan DPR, Perusahaan Asing Bisa Bebas Pajak Dividen, Ini Syaratnya

Di hadapan massa Koalisi Aksi Bela Islam, Hefriansyah memastikan akan mencopot jajaran direksi RSUD Djasamen Saragih yaitu Direktur Utama, dr Ronald Saragih dan ketiga Wakil Direktur.

"Saya panggil kepala BKD, tuntutan pertama terhadap tindakan direktur rumah sakit dan direksi akan kita berhentikan. Kebetulan beliau juga Plt, sehingga saya mudah melakukan tindakan," kata Hefriansyah disambut takbir oleh massa aksi.

Terkait oknum yang memandikan jenazah tersebut, Hefriansyah juga akan mengambil sikap pencopotan sementara dari jabatannya, disamping secara pribadi juga turut meminta maaf.

"Hari ini, saya juga memberhentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan berdasarkan peraturan dan regulasi aturan. Itu kapasitas saya. Saya rasa tuntutan itu sudah diakomodir walaupun itu sudah menjadi catatan dan pertimbangan saya sebelum saudara saudara melakukan aksi," tuturnya.

Ratusan warga dari BKPRMI dan HMI Kota Pematangsiantar kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa untuk meminta kejelasan dari peristiwa pemandian jenazah wanita yang dilakukan oleh empat orang pria perawat RSUD Djasamen Saragih.

Demo bertajuk 'Koalisi Aksi Bela Islam' dipimpin langsung oleh koordinator Muhammad Sya'ban Siregar.

Ia menyampaikan ada enam tuntutan aksi kepada Wali Kota dan Kapolres Pematangsiantar.

"Pertama, kita mengutuk keras tindakan yang menyakiti seluruh perasaan umat Islam. Kedua, kepada Wali Kota segera memberhentikan pimpinan RSUD Djasamen Saragih," kata Sya'ban.

"Ketiga, kepada Wali Kota segera memberhentikan 4 orang pegawai RS yang berbuat zalim. Keempat, meminta pihak RS untuk minta maaf kepada seluruh umat Islam melalui media cetak dan online," ujar Sya'ban.

Dua tuntutan lainnya yakni Kapolres diminta untuk dapat bertindak tegas dan aktif dalam proses hukum.

Kemudian memberikan jaminan keamanan bagi keluarga korban yang merasa tidak nyaman.

Dalam unjuk rasa tersebut, sebanyak 360 personel dari instansi Polres Pematangsiantar dan personel Brimob Subden II B Pematangsiantar diterjunkan mengawal jalannya aksi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved