Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Protes Ganjar, Zainudin Jawab Tegas Saat Dibujuk Pejabat Pemprov Jateng:Jangan Paksa Kami Pakai Baju

Topo ngligo yang dilakukan, kata dia, adalah simbolis bahwa gubernur jateng tidak punya rasa malu terhadap rakyat

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ketua SPKEP (Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi) Semarang, Ahmad Zainudin (45) melakukan aksi Topo Ngligo sebagai simbol menolak sosialosasi Omnibuslow oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di depan Kantor Gubernur Jawa Tangah, Senin (12/10/20). Ahmad akan melakukan Topo Ngligo sampai tuntutannya dipenuhi. 

Zainudin Menjawab Tegas Saat Dibujuk Pejabat Peprov Jateng: Jangan Paksa Kami Pakai Baju!

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - "Jangan paksa kami untuk pakai baju," jawab Ahmad Zainudin kepada Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar. 

"Jangan paksa kami untuk masuk," tegas Zainudin lagi.

Iwan membujuk Zainudin agar memakai baju dan masuk ke Gedung Gradhika Bakti Praja Kompleks Kantor Pemprov Jateng dimana Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, tengah melakukan sosialisasi Omnibus Law UU Cipta Kerja kepada sejumlah elemen, akademisi, pengusaha, dan buruh.

Baca juga: Maia Estianty Mengaku Masih Sering Whatsapp-an dengan Ahmad Dhani, Ini Isinya

Baca juga: Sosok 2 Jenderal TNI Wanita, Baru Dilantik KSAD Jenderal Andika Perkasa, Punya Kiprah yang Mentereng

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Seperti Ini Masa Lalu Nathalie Holscher Pacar Sule, hingga Dijuluki Ratu Amer

Sebagai bentuk protes yang dilakukan pada Ganjar itu, Zainudin menggelar aksi tunggal dengan bertelanjang dada atau yang ia namakan Topo Ngligo di depan Kantor Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Senin (12/10/2020).

Zainudin yang  juga aktivis buruh Semarang sekaligus Ketua DPD Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (SPKEP KSPI) Jateng menuturkan apa yang dilakukan gubernur tidak pas.

"Kami minta agar sosialisasi itu dibatalkan atau ditunda hingga naskah asli sudah ada.

Saat ini belum ada yang punya naskah asli, karena belum masuk ke lembaran negara.

Lah sekarang belum ada yang punya, kok mau sosialisasi apa," ucapnya.

Ia telah diberitahu Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jateng bahwa pertemuan gubernur dengan sejumlah elemen itu juga dalam rangka agar tidak ada berita bohong atau hoax yang beredar.

Ketua SPKEP (Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi) Semarang, Ahmad Zainudin (45) melakukan aksi Topo Ngligo sebagai simbol menolak sosialosasi Omnibuslow  oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di depan Kantor Gubernur Jawa Tangah, Senin (12/10/20). Ahmad akan melakukan Topo Ngligo sampai tuntutannya dipenuhi.
Ketua SPKEP (Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi) Semarang, Ahmad Zainudin (45) melakukan aksi Topo Ngligo sebagai simbol menolak sosialosasi Omnibuslow oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di depan Kantor Gubernur Jawa Tangah, Senin (12/10/20). Ahmad akan melakukan Topo Ngligo sampai tuntutannya dipenuhi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

"Tadi Biro Hukum bilang sosialisasi itu dalam rangka counter hoax, kalau seperti itu, hoax dasarnya mana?

Naskah yang dipakai dasar yang mana?

Yang versi 1.028 halaman atau 905 halaman yang saat ini banyak beredar?" tandasnya.

Topo ngligo yang dilakukan, kata dia, adalah simbolis bahwa gubernur jateng tidak punya rasa malu terhadap rakyat.

"Di sisi lain, aksi ini simbolis, dengan Omnibus Law ini rakyat dilucuti," Zainudin menambahkan. (mam)

Baca juga: Sosok 2 Jenderal TNI Wanita, Baru Dilantik KSAD Jenderal Andika Perkasa, Punya Kiprah yang Mentereng

Baca juga: Maia Estianty Mengaku Masih Sering Whatsapp-an dengan Ahmad Dhani, Ini Isinya

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Seperti Ini Masa Lalu Nathalie Holscher Pacar Sule, hingga Dijuluki Ratu Amer

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved