Berita Kudus
Superindo Buka Gerai Pertama di Kudus, Hartopo Harap Hasil Bumi Masyarakat Ikut Terdongkrak
Guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, Super Indo membuka gerai pertamanya di Kabupaten Kudus, Kamis (15/10/2020).
Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, Superindo membuka gerai pertamanya di Kabupaten Kudus, Kamis (15/10/2020).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo mengapresiasi pembukaan gerai tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi.
"Saya berharap kebutuhan pokok masyarakat dapat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ujar dia, di sela-sela penyerahan sembako untuk penanganan dampak Covid-19 di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (15/10/2020).
Baca juga: Seorang Pria Mengamuk Setelah Diberi Tahu Tarif PSK Rp 150.000, Sabetan Celurit Menghentikannya
Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Warga Boyolali Tewas Kecelakaan Tabrak Truk di Tol Batang-Pemalang
Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Sahrul Gunawan Dikabarkan Tewas Kecelakaan, Ini Faktanya
Baca juga: 5 Hari Setelah Dinikahi Kapolres Kudus, Shita Gabung Pasukan Perdamaian PBB, Ini Kisah Cinta Mereka
Dia juga berpesan, meski memberikan harga terjangkau juga tidak boleh lebih murah daripada pasar tradisional.
"Karena kasihan nanti pedagang kecil kalau lebih murah," ujar dia.
Keberadaan swalayan modern itu juga ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.
Sehingga hasil bumi dari masyarakat Kudus juga bisa terbantu didistribusikan lewat Super Indo tersebut.
"Kami ingin hasil produk pertanian masyarakat Kudus misalnya jeruk pamelo, alpukat, kopi, dan parijoto," ujarnya.
Selain itu, Hartopo juga berpesan agar protokol kesehatan tetap menjadi perhatian yang utamanya.
Setiap pengunjung yang datang diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.
"Kalau tidak mau mematuhi protokol kesehatan ya sudah disuruh pulang saja. Tidak usah masuk," ujar dia.
Pihaknya tidak segan memberikan denda, bahkan mengancam penutupan jika ketahuan melanggar protokol kesehatan.
Dia meminta agar Superindo juga membentuk tim khusus untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Kami punya tim pengawas, jika tidak patuh akan langsung denda. Masih bandel juga berikutnya kami langsung tutup," jelas dia.
Corporate Communication (Corpcomm) Superindo, Priyo D Utomo menyampaikan, patuh terhadap protokol kesehatan dengan mengatur jumlah pengunjung yang masuk ke dalam 40 persen saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-pelaksana-harian-kalakhar-bpbd-kudus-budi-waluyo-menerima-100-paket-sembako.jpg)