Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

BMKG Keluarkan Peringatan Dampak Fenomena La Nina Bisa Akibatkan Bencana Longsor dan Banjir

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Fenomena La Nina

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: galih permadi
Istimewa
ilustrasi longsor - Warga Jalan Grumbul Cidondong-Cengkudu Desa Cirahab Kecamatan Lumbir Banyumas, pada saat bergotong royong membersihkan tanah akibat longsor yang terjadi pada Selasa (6/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Fenomena La Nina pada musim hujan mendatang.

Fenomena La Nina merupakan kondisi anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.

Kondisi ini dapat memicu timbulnya bencana hidrometeorologi seperti longsor maupun banjir di wilayah Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.

Baca juga: Selepas Adzan Subuh, Suami di Kebumen Terhenyak Temukan Istri Tewas Gantung Diri

Baca juga: Daftar Lengkap Mutasi Polri Terbaru 229 Pati dan Pamen Polisi Pindah Tugas

Baca juga: BREAKING NEWS Kecelakaan Gadis Cantik Berjilbab Asal Kendal Tewas Terlindas Truk di Tugu Semarang

Baca juga: Kemunculan Bunga Bangkai di Batang, BKSDA Jateng Sebut Jadi Pertanda Fenomena Alam Ini

Dalam sebuah kesempatan menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Iklim Operasional di Temanggung, Dwikorita mengatakan, mulai Oktober ini La Nina berdampak pada peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian tengah dan utara.

Perubahan suhu udara menjadi lebih dingin dari biasanya.

Katanya, perbedaan suhu itu mengakibatkan terjadinya pergerakan aliran masa udara basah dari Samudera Pasifik bergerak menuju kepulauan Indonesia, termasuk di Pulau Jawa.

"Pada saat la nina terjadi peningkatan curah hujan dari 20 sampai 40 persen di atas normal. Hal itu secara umum, bagian Jawa juga terkena, kecuali Sumatera," katanya, Jumat (16/10/2020).

Lebih lanjut, potensi La Nina yang berdampak pada peningkatan curah hujan di Jawa Tengah terjadi di wilayah Jateng bagian selatan.

Yakni Cilacap, Purworejo, Kebumen, serta wilayah bagian utara maupun timur seperti Kabupaten Demak.

Kabupaten lain di Jateng yang diprediksi mengalami hal serupa meliputi Wonosobo, dan Banjarnegara. Sedangkan Kabupaten Temanggung meski tidak terkena secara siginifikan, Dwikorita mengimbau agar warga Temanggung tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan terburuk karena curah hujan yang diprediksi cukup tinggi.

"Banjarnegara dan Wonosobo terkena 20 persen. Jumlah itu kelebihannya terhadap curah hujan normal dalam satu bulan," katanya.

Dwikorita menyebutkan, BMKG memprediksi puncak La Nina diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari.

Artinya seiring dengan prediksi musim puncak penghujan 2020-2021 sejak Januari-Februari.

"Selain bahaya bencana yang bisa saja ditimbulkan, perlu dikhawatirkan pula dampak hujan terhadap produksi atau komoditas pertanian dan perkebun.

Kita berharap dengan deteksi prediksi dini dapat diantisipasi bersama agar tidak mengakibatkan masalah yang serius," harapnya. (Sam)

Baca juga: Kejamnya Persaingan di Liverpool Pemain Ini Sengaja Cederai Rekannya Agar Masuk Skuad Utama The Reds

Baca juga: Rugi Rp 7,5 Miliar, PSIS Semarang Akhirnya Menyewakan Stadion Citarum ke Masyarakat Umum

Baca juga: Mitos Atau Fakta Warna Hitam di Leher dan Ketiak Jadi Tanda Diabetes? Simak Penjelasan Ahli

Baca juga: Serie A Beri Sanksi Napoli karena Wolk Out Melawan Juventus, Il Partenopei Ajukan Banding

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved