Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Seluruh Pokir DPRD Kota Semarang 2020 Tertunda, Akan Direalisasikan 2021

Pembangunan yang masuk dalam jaring aspirasi masyarakat atau pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020 akan direalisasik

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan yang masuk dalam jaring aspirasi masyarakat atau pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020 akan direalisasikan pada 2021.

Hal ini sesuai kesepakatan DPRD dan Pemerintah Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, Pemkot Semarang telah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan yang masuk dalam pokir dewan.

Baca juga: Hanafi Rais Kecelakaan di Tol Cipali Luka Berat, Alphard Putra Amien Rais Itu Ringsek

Baca juga: Tersangka Pembunuh Bocah Beserta Pemerkosa Ibunya Tewas di Sel Tahanan Mapolres

Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ngaku Stres 15 Ekor Ular Ditemukan Kawasan Rumahnya, Ada Biawak Juga

Baca juga: 7 Kapolres Pindah Tugas, Ini Nama Jajaran Polda Jateng dalam Mutasi Polri Terbaru

Nantinya, pokir yang diajukan oleh dewan dalam dan dewan baru akan direalisasikan.

"Kemarin dewan mempertanyakan pokir karena pada 2020 tidak ada yang terealisasi.

Insyaallah pokir dewan lama akan direalisaai pada 2021.

Juga ada tambahan pokir dewan baru tapi jumlahnya berbeda," terang Afif, Minggu (18/10/2020).

Dia mejelaskan, pembangunan di wilayah perkampungan bisa melalui dua jalur yakni musrenbang dan pokir dewan.

Namun, pokir dewan tidak sebesar musrenbang.

Menurutnya, pokir sangat penting mengingat dewan dipilih oleh masyarakat.

Masing-masing konstituen pun memiliki harapan besar terhadap wakil rakyatnya untuk dapat memperjuangkan pembangunan di wilayahnya.

"Saya sendiri kalau tidak ada pokir berat kalau ketemu ke bawah (ke masyarakat).

Pokir ini sebenarnya kan memperjuangkan keluh kesah masyarakat. Kami tentu senang apabila terealisasi," ujarnya.

Dia menyebutkan, aspirasi masyarakat di setiap daerah berbeda.

Ada aspirasi dalam bentuk non fisik semisal pelatihan yang mana leading sektornya ada pada Dinas Tenaga Kerja maupun Dinkop UMKM.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved