Berita Kudus
Kreatif di Tengah Pandemi, Mawar Hartopo Apresiasi Produk Bunga Plastik
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kudus memberikan motivasi kepada keluarga terdampak Covid-19.
Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kudus memberikan motivasi kepada keluarga terdampak Covid-19.
Sejak dilanda pandemi sekitar bulan Maret 2020 sejumlah keluarga mengalami kesulitan ekonomi.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo menyampaikan, di tengah pandemi masing-masing keluarga harus kreatif agar dapat terus menghasilkan uang.
Baca juga: Nunung Tewas Kecelakaan di Tol Sragen, Pelayat Datangi Rumah Duka Waka DPRD Kabupaten Pekalongan
Baca juga: Raffi Ahmad Sewa Kapal 3 Malam Rp 900 Juta, Cukup Barter dengan Postingan Instagram
Baca juga: Ini Nominal Gaji Polisi dan Tunjangan Kinerja Lengkap dari Bhayangkara Dua hingga Jenderal
Baca juga: Bos Ditahan, Impian Kaya Pemuda Asal Kebumen Ini Pun Pupus Setelah Ditangkap Polisi
"Semua bisa diberdayakan, makanya harus kreatif bagaimana caranya bisa menghasilkan uang," ujar dia, disela-sela kunjungan ke pembuatan bunga plastik A27 di Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa (20/10/2020).
Mawar juga memuji hasil karya Sri Wahyuningsih (27), pemilik A27 Flowers, yang mengembangkan karya bunga plastik.
Apalagi satu di antara karyanya tersebut berbentuk tanaman yang tengah digandrungi saat ini yakni Janda Bolong.
"Saya suka tanaman janda bolong. Karena bentuknya ini yang menarik daunnya bolong-bolong," ujar dia.
Dia berharap, ibu-ibu PKK yang lainnya bisa kreatif dalam berkarya agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup.
"Karena banyak sekali yang terdampak corona, tidak hanya masyarakat tetapi juga perusahaan," jelas dia.
Ayun sapaan Sri Wahyuningsih telah memulai usaha kreatifnya itu sejak bulan Juli 2020 karena terdampak pandemi corona.
Suaminya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga dia harus kreatif mencari tambahan penghasilan dari usahanya tersebut.
"Karena saya sejak kecil dulu menyukai pra karya begini. Bulan Juli saya mencoba membuat bunga plastik ini," ujar dia.
Meski baru hitungan bulan, dia sudah bisa memasarkan produknya ke sejumlah wilayah dI antaranya Demak, Pati, Jepara dan Rembang.
"Sekarang saya sudah punya 50 reseller, karena selama pandemi ini ternyata banyak orang yang suka mendekor rumahnya," ujar dia.
Dalam sehari, rata-rata dia bisa memproduksi sebanyak lima buah bunga plastik. Namun saat pesanannya banyak bisa mencapai 10 buah per hari.