Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otoritas Korsel Sebut Sejumlah Vaksin Flu Salah Penanganan

Otoritas kesehatan Korsel mengungkapkan telah menemukan sejumlah vaksin flu musiman yang salah penanganan selama penyimpanan.

Editor: Vito
Shutterstock
Ilustrasi vaksin 

TRIBUNJATENG.COM, SEOUL - Otoritas kesehatan Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan, telah ditemukan sejumlah vaksin flu musiman yang salah penanganan selama penyimpanan dan digunakan untuk inokulasi.

Sebelumnya, puluhan warga di Korsel meninggal dunia diduga akibat vaksin flu yang diterima. Hal itupun mendorong desakan kepada pemerintah untuk menghentikan program vaksin massal. 

Yonhap memberitakan, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan, beberapa botol dikirim oleh Shinsung Pharm.Co digunakan pada akhir September di klinik lingkungan sebagai bagian dari program vaksinasi flu nasional.

Program itu dihentikan sementara pada 22 September, setelah beberapa vaksin tidak aktif yang dikirim oleh perusahaan terkena suhu kamar selama pengiriman, memicu kekhawatiran atas penurunan potensi dan keamanan vaksin. Pihak berwenang kemudian menyimpulkan tidak ada masalah keamanan.

KDCA mengatakan, saat ini sedang menyelidiki jumlah pasti botol yang digunakan dan jumlah orang yang telah menerima suntikan. Sekitar 5 juta dosis yang dikirim oleh perusahaan sudah dibuang.

Melansir Yonhap, Korsel telah mendorong skema vaksinasi flu gratis untuk menyuntik sekitar 19 juta orang, termasuk remaja dan warga lanjut usia. Program vaksinasi gratis diperluas tahun ini dalam upaya mencegah potensi 'twindemic' covid-19 dan flu selama musim dingin.

Otoritas kesehatan telah berulang kali mendesak warga Korsel untuk mengambil suntikan flu, dengan alasan tidak ada masalah keamanan, sebelum musim influenza tiba, karena lebih banyak kematian dapat terjadi akibat komplikasi serius yang dipicu oleh flu, seperti pneumonia.

Umumnya, musim flu tiba antara akhir November dan Desember. Mengingat vaksin flu menyebabkan antibodi berkembang di dalam tubuh sekitar 2 minggu setelah vaksinasi, para ahli di Korsel merekomendasikan orang untuk mendapatkan suntikan flu paling lambat pertengahan November. (Kontan.co.id)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved