Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Bukan Poundsterling, Mata Uang Termahal di Dunia Adalah Dinar Kuwait, Ini Penjelasannya

Mata uang termahal dengan nilai tukar tertinggi di dunia saat ini dipegang oleh Dinar Kuwait. Kebanyakan mengetahui Pound Sterling atau dollar AS

Editor: m nur huda
Istimewa/Tribun Jogja
Ilustrasi Dinar Kuwait 

TRIBUNJATENG.COM - Mata uang termahal dengan nilai tukar tertinggi di dunia saat ini dipegang oleh Dinar Kuwait.

Mengutip data perdagangan valas dunia, per Senin (2/11/2020), untuk setiap 1 dinar Kuwait bernilai setara dengan 3,28 dollar AS atau jika dirupiahkan sebesar Rp 47.798

Angka nilai tukar Dinar Kuwait tersebut jauh melampaui mata uang Inggris, Poundsterling, maupun Dollar Amerika Serikat. 

Ilustrasi Kuwait.(Shutterstock)
Ilustrasi Kuwait.(Shutterstock) (Shutterstock)

Selama ini, mungkin memang banyak orang beranggapan kalau mata uang dengan nilai tertinggi di dunia adalah poundsterling milik Inggris.

Saat ini untuk 1 pound sterling bernilai sebesar 1,29 dollar AS.

Baca juga: Kondisi Setengah Sadar, Pasien Wanita Dirudapaksa Pegawai Rumah Sakit di ICU

Baca juga: Berhubungan Badan Sambil Nyetir, Mobil Masuk Sawah hingga Bikin Petani Marah

Baca juga: Tersangka Pengeroyok 2 Anggota TNI Bertambah, Inisial TR Pengendara Moge Dorong Serda Yusuf

Baca juga: Tottenham vs Brighton, Gareth Bale Bawa The Lilywhites Tempel Ketat Liverpool

Namun anggapan tersebut keliru, karena saat ini mata uang dengan nilai tertinggi di dunia dipegang oleh dinar Kuwait.

Dilansir dari Moneyinc, ada sejarah panjang mengapa nilai dinar Kuwait jauh di atas mata uang negara lain.

Tingginya nilai tukar dinar Kuwait salah satunya karena negara tersebut menggunakan standar nilai tukar tetap.

Singkatnya, dalam aturan moneter dunia, suatu negara bisa menetapkan tiga jenis rezim nilai tukar mata uang yakni mengambang (floating), tetap (flat), dan campuran di antara keduanya.

Dengan menetapkan nilai tukar mengambang, maka nilai tukar akan berubah-ubah naik turun sesuai dengan fluktuasi permintaan dan penawaran di pasar valas.

Sementara jika menggunakan rezim nilai tukar tetap, maka mata uang akan dipatok ke mata uang tertentu atau pun bisa menggunakan patokan logam mulia seperti cadangan emas.

Beberapa negara seringkali mencampurkan kedua sistem tersebut sehingga lazim disebut nilai tukar hibrida.

Pemerintah dan Bank Sentral Kuwait sendiri menetapkan mata uangnya dipatok tetap dengan menggunakan patokan mata uang negara lain yang dianggap kuat.

Pada periode tahun 1950-an, Kuwait menggunakan gulf rupee.

Sebuah mata uang yang diterbitkan Bank Sentral India yang beredar di luar India untuk koloni-koloni Inggris di kawasan Teluk Persia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved