Breaking News:

Berita Sragen

Remaja Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar, Lebih Pendiam Seusai Pulang Merantau dari Papua

Haryono (18) ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam kamar milik orangtua korban di Dukuh Bontit RT 27, Desa Pare

ISTIMEWA
Tim dari Polsek Mondokan ketika melakukan olah TKP di rumah korban Dukuh Bontit RT 27, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Haryono (18) ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam kamar milik orangtua korban di Dukuh Bontit RT 27, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Korban pertama kali diketahui dalam keadaan tergantung oleh adik korban, Aldi ketika hendak mengambil kain jarik di kamar yang akan digunakan untuk menyelimuti badannya.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan korban ditemukan telah tergantung pada, Selasa (3/11/2020) sekira pukul 13.00 WIB oleh adiknya.

Baca juga: Kecelakaan Innova Putih di Tol Batang-Semarang, Sopir Hilang Kendali Mobil Terjun ke Parit

Baca juga: Pria Batik Merah Mendadak Meninggal di Depan Masjid Baitul Muttaqin Semarang, Sempat Kejang-kejang

Baca juga: Begini Cara Membuat Filter PS5 Box di Instagram Story, Prank Teman Biar Dikira Punya PlayStation 5

Baca juga: Diduga Putus Cinta, Karyawan Minimarket di Semarang Asal Kebumen Coba Bunuh Diri, Tubuh Membiru

Dari keterangan pihak keluarga, Sigit menyampaikan pada pukul12.30 korban masih menonton televisi bersama kedua adik korban Haryani dan Aldi serta ibu korban, Sukiyem.

"Hingga akhirnya korban meninggalkan ketiganya dari ruang televisi.

Selang 30 menit sang adik, Aldi merasa dingin lalu ingin mengambil kain jarik yang ada di dalam kamar korban, namun oleh korban telah dikunci."

"Aldi berniat masuk kedalam kamar dengan melewati pintu sebelah timur dan mengintip dari dinding yang terbuat dari bambu dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung," terang Yuswanto.

Melihat sang kakak tergantung Aldi akhirnya berteriak dan memanggil sang ibu.

Sang ibu awalnya hanya menganggap korban berpura-pura, namun setelah dipanggil beberapa kali korban tidak menjawab.

Merasa penasaran Sukiyem mendobrak dinding bambu sebagai penyekat dan mendapati bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved