Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Seperti Pilpres di Indonesia, Trump dan Biden Punya Pendukung 'Garis Keras'

Pilpres AS seperti Pilpres 2019 di Indonesia, dengan dua calon presiden yang memiliki pendukung 'garis keras'.

Editor: Vito
(-)
Hasil poling nasional dilansir BBC, Joe Biden memimpin di Pilpres AS 2020, Trump kalah. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 tak ubahnya seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Indonesia. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Amerika Bersatu, Lia Sundah.

Menurut dia, sama halnya dengan di Indonesia, AS juga memiliki dua calon presiden, yakni Donald Trump dari Partai Republika dan Joe Biden dari Partai Demokrat. "Kalau di Indonesia kita punya Jokowi dan Prabowo, di sini (AS-Red) ada Trump dan Joe Biden," ujarnya, kepada Tribun Network, Selasa (3/11).

Lia Sundah merupakan diaspora Indonesia yang tinggal di Kota New York. Ia melihat seorang inkumben akan sulit dikalahkan. Seperti halnya Pilpres 2019 di Indonesia, di mana Joko Widodo terpilih kembali menjadi presiden.

"Di mana Trump adalah inkumben dan Jokowi juga inkumben pada saat itu. Di mana-mana melengserkan inkumben itu sesuatu hal yang sulit, itu dimulai dari situ dulu," katanya.

Sama halnya di Indonesia, Lia menuturkan, di AS juga terdapat pendukung 'garis keras' kedua pasangan calon, yakni Trump-Pence dan Biden-Harris.

"Ekstrem pendukung Biden dan ekstrem pendukung Trump juga ada. Sama seperti orang yang pakai kaca mata kuda mendukung Jokowi juga ada, orang yang mendukung Prabowo juga ada," tuturnya.

Di AS, Lia menyatakan, secara garis besar media terbuka memberi dukungan. Secara tradisi, sebagian besar media di AS selalu memberikan dukungan terbuka kepada kandidat yang ia dukung melalui sikap editorial.

Media-media yang cenderung konservatif akan merekomendasikan para pembacanya untuk memilih kandidat dari partai Republik. Sementara media-media yang cenderung liberal akan merekomendasikan kandidat dari partai Demokrat.

"Pada Pemilu sebelumnya, lebih dari 90 persen media di AS itu mendukung Clinton waktu itu," ucapnya.

Menurut dia, sistem demokrasi di AS sudah berjalan selama ratusan tahun. Namun, tetap terjadi pembelahan dua kubu, yang kerap kali berujung pada kericuhan.

"Apa yang kita lakukan untuk mencegah itu? Di AS saja masih terjadi. Di tengah, Queens, ini katanya tanggal 3 (November) ada riot (kerusuhan-Red) karena orang yang tidak puas dengan hasil pemilu. Teman-teman sudah WA untuk belanja," paparnya.

Konsulat Jenderal Indonesia di Chicago mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait dengan Pilpres AS yang akan berlangsung, Selasa (3/11) waktu setempat. Jika WNI memerlukan bantuan, KJRI Chicago juga memberikan layanan hotline di nomor 3125479114.

Lewat keterangan resminya, KJRI Chicago mengeluarkan lima poin imbauan terkait dengan langkah antisipasi dampak perkembangan situasi penyelenggaraan Pilpres AS. Satu di antaranya agar WNI menghindari tempat yang berpotensi terjadi kerusuhan karena Pilpres AS.

"WNI diimbau untuk sejauh mungkin menghindari tempat-tempat kerumunan massa atau tempat rawan lain yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berlangsungnya aksi unjuk rasa atau kerusuhan," tulis KJRI Chicago.

WNI di wilayah kerja KJRI Chicago yakni meliputi WNI yang berada di negara bagian Illinois, Indiana, Lowa, Kansas, Kentucky, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota, dan Wisconsin. WNI juga diimbau mengikuti perkembangan situasi di AS dengan tenang, tapi tetap mengedepankan kehati-hatian.
KJRI Chicago juga mengimbau kepada WNI memantau berita media resmi AS, dan situasi keamanan setempat. "Masyarakat Indonesia diimbau untuk sedapat mungkin tinggal di rumah sekiranya tidak mendapatkan urusan yang bersifat mendesak," tulis keterangan itu. (tribun network/denis)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved