Berita Jateng
Arah Erupsi Gunung Merapi ke 3 Wilayah di Jateng, Ganjar Pranowo Minta Waspada
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa status aktivitas Gunung Merapi naik
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi level III atau siaga pada pukul 12.00 WIB, Kamis (5/11/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta warga tidak panik dengan peningkatan status itu. Namun, semuanya diminta tetap waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya kira masyarakat sudah sangat paham soal ini.
Baca juga: Inilah Sosok Ayu Intan Diduga Jadi Penyebab Letkol TNI Dwison Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang
Baca juga: Pelawak Malih Tanggapi Lawakan Ade Londok Tarik Kursi Hingga Ia Jatuh: Enggak Lucu
Baca juga: Respons Letkol TNI Dwison Evianto Soal Pencopotan Jabatan Sebagai Dandim 0736 Batang
Baca juga: Isu Ini Diduga Menjadi Dasar Letkol TNI Dwison Evianto Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang
Kita tinggal bersama-sama saling mengingatkan dan saling memantau.
Siapkan alat transportasi dan barang berharga agar bisa dibawa ke tempat pengungsian jika terjadi erupsi," kata Ganjar dalam siaran tertulis, Kamis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan diminta terus memantau perkembangan Merapi agar bisa memberikan informasi sedini mungkin pada masyarakat.
Peralatan peringatan dini atau early warning system (EWS) juga diminta harus dihidupkan dan dipantau.
"Saya minta seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa hingga RT/RW yang ada di sana untuk siaga membantu warganya," tegasnya.
Setelah mendengar penetapan peningkatan status, Ganjar mengatakan telah mengirim tim relawan dari BPBD ke lokasi rawan bencana erupsi merapi.
Beberapa desa di tiga kabupaten masuk dalam zona rawan bencana. Tiga wilayah itu meliputi Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten.
"BPBD sudah bergerak hari ini, khususnya di Klaten karena hitung-hitungan arahnya kesana (Klaten).
Tapi yang di Magelang dan Boyolali kami minta tetap siaga," jelasnya.
Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan BPBD dan bupati/ wali kota di sekitar Merapi.
Mereka diminta segera menyiapkan tempat-tempat pengungsian dan memastikan logistik aman.
"Saya minta tempat-tempat pengungsian sudah tersedia dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan.
Sebab, saat ini masih pandemi, jadi tempat pengungsian harus menerapkan jaga jarak," kata Ganjar.
Pemerintah daerah, kata dia, dapat menata ulang tempat pengungsian yang ada.
Atau memanfaatkan gedung-gedung sekolah yang kini masih kosong. Namun, semuanya harus ditata dan sesuai protokol kesehatan.
Gubernur juga meminta agar aktivitas wisata dan penambangan di sekitar Merapi dihentikan sampai status Merapi kembali aman.
"Semuanya saya berikan peringatan keras untuk jangan beraktivitas dulu, selama ini ada peningkatan status," imbuhnya.(mam)
Baca juga: Viral Fenomena Alam Awan Topi UFO di Atas Gunung Merapi, Pertanda Letusan Besar? Ini Jawaban BMKG
Baca juga: Jawaban BIN soal Pelaku Pembakaran Halte Sarinah, Haris Azhar Temukan Keanehan
Baca juga: Kesal Disindir Rocky Gerung, Kapitra Ampera: Anda Jadi Firaun Seolah Paling Benar
Baca juga: Muncul Awan Berbentuk Pusaran Angin di Gunung Lawu, BMKG: Menandai Keberadaan Gelombang Gunung