Breaking News:

Berita Viral

Muncul Awan Berbentuk Pusaran Angin di Gunung Lawu, BMKG: Menandai Keberadaan Gelombang Gunung

"Disebut terperangkap karena awan Lenticularis umumnya nampak diam pada tempat terbentuknya," tambahnya

ISTIMEWA / @energysolo
Penampakan Awan Lenticularis di Gunung Lawu (@energysolo) 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Fenomena awan berbentuk pusaran angin muncul di Gunung Lawu, Kamis (5/11/2020) pagi.

Hal tersebut menyita perhatian publik, saat diunggah via akun instagram @energisolo.

Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko menyebut, jika awan yang menyerupai pusaran angin itu berjenis awan Lenticularis.

Baca juga: Inilah Sosok Ayu Intan Diduga Jadi Penyebab Letkol TNI Dwison Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang

Baca juga: Pelawak Malih Tersinggung Saat Pemeran Pedagang Kopi Hina Dirinya Tua Jelek, Syuting Berhenti

Baca juga: Kesal Disindir Rocky Gerung, Kapitra Ampera: Anda Jadi Firaun Seolah Paling Benar

Baca juga: Cerita Mistis Zainur Lihat Penampakan di Wonderia Semarang Siang Bolong

Awan tersebut sendiri masih sama dengan awan berbentuk topi, yang kerap muncul di puncak pegunungan.

"Pada umumnya awan Lenticularis merupakan awan atau kelompok awan yang berbentuk seperti piring atau lensa yang terperangkap dalam lapisan atmosfer bawah," katanya saat dihubungi TribunSolo.com.

"Disebut terperangkap karena awan Lenticularis umumnya nampak diam pada tempat terbentuknya," tambahnya.

Awan Lenticularis sendiri bermula ketika arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan.

"Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan," jelasnya.

Iis menambahkan, mengapa kemunculan awan Lenticularis, baik yang berbentuk topi maupun pusaran angir seperti terlihat seolah olah diam ditempat.

"Jika udara naik mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung," paparnya.

"Saat udara tersebut melewati puncak gunung dan bergerak turun, proses kondensasi terhenti," imbuhnya.

"Inilah mengapa awan Lenticularis terlihat diam karena awan mulai terbentuk dari sisi arah datangnya angin di puncak gunung kemudian menghilang di sisi turunnya angin," terangnya.

L
Penampakan Awan Lenticularis di Gunung Lawu (@energysolo) (ISTIMEWA / @energysolo)

Lebih lanjut, dengan kemunculan awan tersebut menandai keberadaan gelombang gunung, yang bakal membahayakan bagi penerbangan.

"Gelombang gunung ini akan dapat menyebabkan terbentuknya turbulensi yang berbahaya bagi penerbangan," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Viral Kemunculan Awan Berbentuk Pusaran Angin di Gunung Lawu, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Setelah Muryanto Merapal Doa, Sosok di Atas Pohon Itu Pergi Sambil Cekikikan

Baca juga: Nita Thalia Ditertawakan Penonton Gara-gara Dandanan Menor

Baca juga: Inilah Sosok Mantan Istri Chef Juna WNA Bule Amerika, Cerai Karena Jarang. . .

Baca juga: Vanessa Angel Divonis Penjara 3 Bulan, Bibi Ardiansyah: Istriku Bukan Penjahat Kok

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved