Berita Temanggung
Penerapan Protokol Kesehatan di Ponpes Tingkatkan Kedisiplinan Santri
Protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat di lingkungan pondok pesantren berdampak positif dalam pembentukan karakter santri.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat di lingkungan pondok pesantren berdampak positif dalam pembentukan karakter santri.
Di Ponpes Jamiyatut Tholibin Desa Wadas Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung, kedisiplinan dalam berperilaku ratusan santri dinilai meningkat.
Hal itu dirasakan langsung oleh seorang santri putri, Nur Fahira.
Baca juga: Pelawak Malih Tersinggung Saat Pemeran Pedagang Kopi Hina Dirinya Tua Jelek, Syuting Berhenti
Baca juga: Respons Letkol TNI Dwison Evianto Soal Pencopotan Jabatan Sebagai Dandim 0736 Batang
Baca juga: Isu Ini Diduga Menjadi Dasar Letkol TNI Dwison Evianto Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang
Baca juga: Kesal Disindir Rocky Gerung, Kapitra Ampera: Anda Jadi Firaun Seolah Paling Benar
Menurutnya, para santri di Ponpes Jamiyatut Tholibin mendukung penuh penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker dan menjaga jarak terus dilakukan setiap berkegiatan, termasuk mengaji. Nur mangaku bersyukur, protokol yang ketat justru membuatnya dan para santri lain disiplin. Bahkan, kata dia, saat seorang santri lupa dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, terdapat pasukan jogo santri yang bertugas mengingatkannya.
"Kita selalu diingatkan pasukan jogo santri apabila lupa menerapkan protokol kesehatan. Meski penjagaan super ketat, tingkat disiplin santri justru meningkat. Baik disiplin kesehatan maupun disiplin berkegiatan," terangnya, Rabu (4/11/2020).
Pasukan jogo santri di Ponpes tersebut dibentuk sejak Agustus lalu. Pasukan yang bertugas mengawal kesehatan santri ini terdiri atas 5 orang. Setiap harinya bertugas secara bergantian untuk memastikan semua santri patuh protokol dan menjaga lingkungannya.
Ketua Pasukan Jogo Santri, Rifki Ardiyanto, mengatakan selain memastikan kesehatan santri, pihaknya bertugas mengawal semua kegiatan santri agar tidak melanggar protokol kesehatan. Ia dan keempat temannya juga harus bertindak cepat dan sigap manakala terdapat santri yang kurang sehat.
Sesuai peraturan, pasukan jogo santri berhak mengizinkan santri yang kurang sehat untuk tidak mengikuti kegiatan di pondok. Termasuk mengaji, salat jamaah, maupun kegiatan sosial.
Meski sempat merasakan sulitnya menjaga protokol kesehatan di pondok pesantren, Rifki optimis apa yang diusahakan ia dan teman-temannya berdampak positif bagi keberlangsungan kegiatan di pondok pesantren.
"Kita coba pantau terus kegiatan santri-santri mulai dari hal terkecil mencuci tangan hingga menjaga jarak. Ini jadi tugas penting dalam menjaga para santri yang ada di pondok ini," ujarnya.
Pengasuh Ponpes Jam'iyatut Tholibin, KH Mukhtasor menambahkan, sampai saat ini pasukan jogo santri beserta ketentuan protokol kesehatan masih terus dijalankan. Pihaknya tetap akan menjunjung tinggi anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sampai pandemi berakhir.
Hal tersebut bertujuan untuk menjaga dan menjamin kesehatan para santri di pondoknya. "Dengan mematuhi protokol kesehatan, kegiatan tentang kepesantrenan terus berjalan lancar. Kita berharap pandemi ini cepat berlalu agar kegiatan santri berjalan normal," tuturnya. (Sam)
Baca juga: Nelayan Pekalongan Curhat ke DPR RI, Harus Urus Puluhan Dokumen Izin Berlayar
Baca juga: Warga Bambankerep Kota Semarang Antusias Ikuti Pelatihan Urban Farming PT PII
Baca juga: Setelah Muryanto Merapal Doa, Sosok di Atas Pohon Itu Pergi Sambil Cekikikan
Baca juga: 2 PNS DLH Purbalingga Terbukti Korupsi Uang Bensin Rp 870 Juta, Kongkalikong Sama Karyawan SPBU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-santri-ponpes-jamiyatut-tholibin-desa-wadas-kecamatan-kandangan-kabupat.jpg)