Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kisah Sukses Pengusaha Bunga Plastik Kudus, Pernah Nelangsa Suami Kena PHK

Sejumlah keluarga harus memutar otak agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Sri Wahyuningsih (27), ‎warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus yang bertahan hidup lewat kreativitas mengembangkan bunga plastik. 

Meski baru hitungan bulan, dia sudah bisa memasarkan produknya ke sejumlah wilayah dI antaranya Demak, Pati, Jepara dan Rembang.

Usahanya sukses berjalan mulus karena selama pandemi banyak orang yang melaksanakan work from home (WFH).

"Jadi selama pandemi itu banyak yang mencari tanaman untuk ‎hiburan di rumah. Termasuk bunga plastik ini," ujar dia.

Menurutnya, kelebihan bunga plastik dibandingkan bunga sungguhan adalah kemudahan dalam merawatnya. Tanaman yang terbuat dari plastik itu ‎tidak perlu repot menyirami setiap hari.

"‎Tanaman plastik nggak perlu disirami kayak tanaman biasanya. Tampilannya juga lebih menarik karena warnanya lebih cerah," ujarnya.

Dalam sehari, rata-rata dia bisa memproduksi sebanyak lima buah bunga plastik. Namun saat pesanannya banyak bisa mencapai 10 buah per hari.

Untuk memenuhi pesanan itu, Ayun saat ini dibantu memiliki lima orang pegawai yang membantunya dalam mengembangkan usaha itu.

"Awalnya hanya saya yang buat, tapi sekarang karena pesanan banyak. Ada tetangga yang tidak bekerja juga ikut membuat bunga ini," jelas dia.

Sri Wahyuningsih (27), ?warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus yang bertahan hidup lewat kreativitas mengembangkan bunga plastik.
Sri Wahyuningsih (27), ?warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus yang bertahan hidup lewat kreativitas mengembangkan bunga plastik. (Tribun Jateng/ Raka F Pujangga)

‎Dari modal hanya ratusan ribu, kini dia sudah bisa mengembangkan bunga plastik hingga memproduksi rak bunga.

‎Harga bunga dan raknya bervariasi, dijual mulai dari puluhan ribu hingga Rp 200 ribu per buahnya.

"Harganya tergantung ukuran. Saya jual lewat reseller dan akun instagram Ayunflowres," ujar dia.

Bahkan suaminya sekarang tidak lagi mencari pekerjaan, tetapi 100 persen membantunya berjualan bunga plastik.

Suaminya mengerjakan pesanan rak, mulai dari memotong kayu hingga mengolahnya menjadi rak cantik.

"Semuan‎ya dikerjakan di rumah dari memotong kayu sampai pengecatannya buat sendiri," jelas dia.

Sedangkan Ayun bertugas membuat bunga‎ yang cantik dan menghiasnya ke dalam pot-pot berwarna.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved