Berita Kudus
Kisah Sukses Pengusaha Bunga Plastik Kudus, Pernah Nelangsa Suami Kena PHK
Sejumlah keluarga harus memutar otak agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Batu alam juga dipakai untuk ikut menghiasi dasar bunga plastik karyanya agar nampak lebih alami.
"Biar terlihat alami kami pakai batu yang sudah diberi lem biar nggak berantakan ," jelas dia.
Dalam proses pembuatannya, Ayun mengaku tidak ada kendala karena hanya membutuhkan kreativitas.
Namun kesulitan justru datang karena tidak adanya bahan baku. Permintaan yang tinggi, membuatnya harus 'rebutan' dengan perajin lainnya.
"Karena pandemi ini permintaan kerajinan bunga plastiknya banyak jadi sulit dapat bahan bakunya. Ini saya ambil dari Semarang," ujar dia.
Apalagi tren tanaman janda bolong juga membuat kerajinan bunga plastik yang mirip janda bolong semakin laris.
"Saya tadinya punya banyak, alhamdulilah ini sudah laku. Tapi mau cari bahan bakunya lagi sudah sulit," jelas dia.
Dia berharap, usahanya itu mendapatkan dukungan banyak pihak agar dapat bertahan hidup selama pandemi.
"Reseller sekarang sudah ada dari Kudus dan sekitar. Kebanyakan teman-teman sendiri, totalnya ada sekitar 50 orang," ucapnya. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengusaha-bunga-plastik-kudus.jpg)