Breaking News:

Berita Regional

Tubuh Gunung Merapi Terus Mengembung, BPPTKG Yogyakarta: Intensitas Kegempaan Lebih Tinggi

BPPTKG Yogyakarta melaporkan aktivitas Gunung Merapi sepekan terakhir, yaitu 30 Oktober hingga 5 November 2020.

Editor: m nur huda
Tribunjogja/ Setya Krisna Sumargo
Foto puncak barat Gunung Merapi dari PGM Babadan, Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis, 29 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Yogyakarta melaporkan aktivitas Gunung Merapi sepekan terakhir, yaitu 30 Oktober hingga 5 November 2020.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan intensitas kegempaan pada minggu ini kembali lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 193 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 1.663 kali gempa Fase Banyak (MP), 9 kali gempa Low Frekuensi (LF), 391 kali gempa Guguran (RF), 330 kali gempa Hembusan (DG), dan 9 kali gempa Tektonik (TT).

Baca juga: Gunung Merapi Telah Berstatus Siaga, Jalus Evakuasi Warga & Hewan Ternak di Klaten Telah Disiapkan

Baca juga: Kamar Putri Kerajaan Arab Dimasuki Maling di Perancis, Barang Mewah Senilai Rp 10,1 Miliar Lenyap

Baca juga: Viral Video Mata Jenazah Covid-19 Hilang & Badan Tengkurap, Pengunggah Diburu Polisi

Baca juga: Viral Video Syur Mirip Gisel di Twitter hingga Trending, Tagar Gempi & Skandal Juga Menyusul

Sementara, deformasi atau penggembungan tubuh Gunung Merapi pun mengalami peningkatan dari minggu sebelumnya.

“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM (electronic distance measurement) pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 9 cm/hari,” ungkap Hanik, Jumat (6/11/2020).

Pada minggu ini, lanjutnya, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 74 mm/jam selama 80 menit di Pos Babadan pada 31 Oktober 2020.

“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” imbuh Hanik.

Dari aspek visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

Tinggi asap maksimum 600 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 31 Oktober 2020 pukul 05.35 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved