Berita Semarang
Bea Cukai Semarang Kini Telah Menaungi 112 Kawasan Berikat, Ini yang Diharapkannya
Kantor Bea Cukai Kota Semarang menaungi 112 kawasan berikat, tapi yang satu sudah tak aktif.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Bea Cukai Kota Semarang, yang meliputi wilayah di Kota Semarang, Demak, Kabupaten Semarang, Grobogan dan Salatiga, menaungi 112 kawasan berikat.
“Jumlah kawasan berikat kini ada 112. Hanya saja yang satu sudah mau dicabut, karena tidak aktif,” ujar Kepala Bea Cukai Kota Semarang, Sucipto, kepada Tribun Jateng, Senin, (9/11/2020).
Adapun kawasan berikat merupakan kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang, dengan tujuan tertentu guna mendapatkan penangguhan untuk bea masuk.
“Jumlah kawasan berikat yang cukup banyak diharapkan dapat meningkatkan ekspor dan menarik investasi ke Jawa Tengah. Dimana terhadap perusahaan diberikan fasilitas fiskal berupa penangguhan bea Masuk, tidak dipungut PPN, serta PPN dan PPnBM, sehingga beban perusahaan lebih kecil dan diharapkan produk ekspornya lebih bisa bersaing,” terangnya.
Selain pemberian fasilitas fiskal, terhadap kawasan berikat juga dikatakannya diberikan kemudahan perizinan dan pelayanan selama operasional.
Sucipto mengatakan, sebelum ada kawasan berikat, beban biaya produksi industri terbilang besar. Ia mencontohkan seperti industri tekstil yang dikenakan pajak 10 hingga 15 persen. Dengan adanya kawasan berikat ini, ditambahkannya sangat bermanfaat bagi perusahaan.
Sementara itu terkait dengan nilai ekspor, selama tahun 2020 sampai bulan Oktober, nilai ekspor kawasan berikat mencapai kurang lebih Rp 26,7 triliun.
“Dari jumlah 112 kawasan berikat, ekspor paling tinggi yakni pada komoditas garmen, dengan nilai ekspor mencapai Rp 17,83 triliun. Disusul dengan komoditas lemak dan minyak, barang dari kulit, benang, mesin pengatur suhu udara, sepatu dan alas kaki, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Sucipto menambahkan Bea Cukai Kota Semarang kini tengah bekerja sama dengan pihak lain berusaha mendorong pengembangan kawasan berikat baik jumlah maupun kapasitasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-bea-cukai-sucipto.jpg)