Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otoritas Keamanan Dikerahkan untuk Penyelidikan Teror Bom Jeddah

Pemerintah Saudi menegaskan akan menggelar penyelidikan untuk mencari pelaku yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut.

Editor: Vito
GOOGLE
Ilustrasi bom 

TRIBUNJATENG.COM, JEDDAH - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk aksi serangan pengeboman yang terjadi di pemakaman non-Muslim di Jeddah pada Rabu (11/11).

Pemerintah Saudi menegaskan akan menggelar penyelidikan untuk mencari pelaku yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Twitter, otoritas keamanan akan dikerahkan untuk proses penyelidikan atas rentetan teror di Arab Saudi.

"Otoritas keamanan telah dikerahkan untuk proses penyelidikan atas serangan yang gagal, dan tindakan pengecut yang terjadi saat konsul Prancis menghadiri upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I di Jeddah," tulis pernyataan tersebut seperti dilansir Al Arabiya.

"Serangan itu mengakibatkan seorang pegawai konsulat Yunani dan seorang petugas keamanan Saudi mengalami luka ringan," tambah pernyataan itu.

Kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), melaporkan, Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majid bin Abdulaziz Al Saud menjenguk korban terluka dalam serangan teror tersebut di sebuah rumah sakit.

Dikutip Tribunnews dari AlJazeera, pihak Arab Saudi melalui kantor berita negara, SPA, mengatakan, penyelidikan sedang dilakukan.

Menurut Associated Press (AP), akibat dari peristiwa tersebut beberapa orang terluka. Aljazeera melaporkan, korban luka baru tercatat sebanyak empat orang.

Identitas para korban masih belum jelas. "Ada empat orang terluka ringan, satu di antaranya orang Yunani," ungkap seorang pejabat Yunani.

Serangan pada Rabu merupakan aksi susulan, setelah 29 Oktober lalu beberapa penjaga di Konsulat Prancis untuk Arab Saudi di Kota Jeddah terluka akibat serangan penikaman. Sampai detik ini, motif penyerangan itu masih belum jelas.

Terkait dengan ledakan itu, Kedutaan Besar Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat, yang semuanya terkait dengan upacara peringatan akhir Perang Dunia I itu, kompak menyebut serangan bom itu sebagai tindakan pengecut.

"Press rilis Kedutaan Besar Inggris terkait serangan di pemakaman Jeddah hari ini: Kami mengutuk keras serangan pengecut ini, berharap mereka yang terluka segera pulih, dan mendukung otoritas Saudi menyelidiki serangan ini," cuit Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris, Rabu (11/11).

Dalam pernyataan yang dicantumkan Kedubes Inggris di Twitter, tertulis Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat sepakat mengutuk aksi bom di Jeddah.

Sementara pernyataan bersama Kedubes Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat soal ledakan bom di Jeddah menyebut, "Serangan seperti itu terhadap orang tak bersalah, sangat memalukan dan sepenuhnya tidak bisa dibenarkan." (cnn)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved