Breaking News:

Berita Kecelakaan

Kecelakaan di Solo, Pemuda Boyolali Patah Kaki Seusai Tabrak Pembatas Jalan Flyover Manahan

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Adi Sucipto tepatnya di Fly Over Manahan, Kamis (12/11/2020) malam.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
Istimewa
Kecelakaan lalu lintas seorang pemuda asal Boyolali yang menabrak pembatas Flyover Manahan Solo, Kamis (12/11/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Adi Sucipto tepatnya di Fly Over Manahan, Kamis (12/11/2020) malam.

Akibat kecelakaan itu, seorang pemuda asal Ngemplak, Boyolali, berinsial AJ patah kaki usai sepeda motornya menabrak pembatas jalan Flyover Manahan.

Kanit Laka Polresta Solo, Iptu Maryono mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi kepada menyampaikan, kecelakaan itu terjadi saat kawasan Manahan usai diguyur hujan deras.

Baca juga: Mayat Emy Ditemukan di Pinggir Jalan di Gunungpati Semarang, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

Baca juga: Sebulan Lagi Menikah, Emy Ditemukan Tewas di Gunungpati Semarang, Begini Kondisi Tunangan

Baca juga: Berita Duka Romo Maryono SJ Meninggal Dunia

Baca juga: Kesimpulan Roy Suryo Pakar Telematika Soal Video Syur Mirip Gisel yang Trending Twitter

Menurutnya, saat itu korban tengah diboncengkan sepeda motor oleh rekannya, PS (20) warga Andong Boyolali.

"Korban melaju dari arah barat ke timur Jalan Adi Sucipto. Saat hendak naik ke Flyover Manahan korban tidak memperhatikan situasi lalu lintas di depannya sampai menabrak pembatas jalan," ucapnya, Jumat (13/11/2020).

Iptu Maryono menuturkan, kondisi pembonceng sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AD 4762 ASB itu patah kaki kanan.

Sedangkan, kondisi pengendara baik-baik saja.

Menurutnya, korban mengendarai sepeda moto dalam kecepatan sedang.

Namun, kondisi jalan malam itu baru diguyur hujan.

"Kemungkinan kaget sampai tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. Kalau patah kaki tidak harus dalam kecepatan tinggi, kemungkinan saat jatuh terjadi benturan," jelasnya.

Dia menjelaskan, ketika kecelakaan terjadi sempat ada kemacetan panjang selama proses evakuasi.

Sementara, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Solo, Mudo Prayitno mengatakan sempat terjadi kemacetan sekitar 60 menit usai kecelakaan itu.

Dia menyampaikan, berdasarkan keterangan petugas lapangan tidak dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) saat kemacetan terjadi.

Hal itu dikarenakan arus lalu lintas tetap bisa berjalan meskipun tersendat.

"Tidak ada pengalihan arus saat evakuasi korban berada di pinggir jalan. Lalu lintas masih bisa berjalan," tandasnya. (kan)

Baca juga: Misteri Rokok Dji Sam Soe di Dekat Mayat Emy, Kapolsek Gunungpati Semarang Beri Pernyataan

Baca juga: Innalillahi Wa Innaillaihi Rojiun Guru TK Tewas Tertabrak Kereta Api di Gatak Sukoharjo

Baca juga: Ingin Jadi PNS, Riyanto Warga Pekalongan Ditipu Kepala Puskesmas Rp 125 Juta

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved