Breaking News:

Berita Semarang

Disuruh Bayar Rp 3 Juta saat Bikin Vlog di Lawang Sewu, KAI Wisata Minta Maaf ke Kirandika Channel

PT KAI Pariwisata menyampaikan permohonan maafnya kepada seorang pemilik kanal YouTube bernama Kirandika Channel.

Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Kondisi Lawang Sewu Semarang semenjak wabah corona, 11 Mei 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT KAI Pariwisata (KAI Wisata) menyampaikan permohonan maafnya kepada seorang pemilik kanal YouTube bernama Kirandika Channel yang sempat mengaku resah usai tidak diberikannya izin untuk membuat vlog di Lawang Sewu, Kota Semarang.

Sebelumnya diberitakan, pemilik akun yang dipanggil Kirandika tersebut sempat dilarang oleh petugas keamanan atau satpam di tempat wisata Lawang Sewu saat melakukan aktivitas vlogging pada Minggu (8/11/2020) lalu.

Bahkan ia diberitahu harus membayar sebanyak Rp 3 juta per jam kepada manajemen Lawang Sewu yakni KAI Wisata. Video pelarangan yang direkam itu kemudian diunggah Kirandika ke YouTube dan Facebook hingga akhirnya viral. Dalam videonya Kirandika juga menyampaikan keresahannya dan mempertanyakan kelegalan dari kebijakan itu.

“Kalau resmi, saya yang sebagai rakyat kecil dan YouTuber pemula itu sangat mahal,” ujarnya dalam video yang diunggahnya pada Rabu (11/11/2020) itu.

Sementara itu, pihak KAI Wisata ketika dihubungi Tribunjateng.com kemudian memberikan klarifikasi dan penjelasan bahwa hal tersebut merupakan kesalahpahaman.

“KAI Wisata menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik akun YouTube Kirandika Channel dan akan menghubungi pemilik akun tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan,” kata Humas PT Kai Wisata M Ilud Siregar, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Ilud, kebijakan dari manajemen KAI Wisata sendiri soal pengenaan biaya merupakan termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku untuk videografi/sinematografi komersial seperti syuting film dan iklan.

“Sedangkan pengambilan gambar berupa foto atau video untuk dokumentasi pribadi dengan menggunakan ponsel dan monopod (tongsis) diperbolehkan,” ungkap Ilud.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Ilud, pihaknya langsung melakukan kegiatan pembinaan khusus guna mensosialisasikan ulang peraturan perusahaan beserta tupoksi yang berlaku kepada seluruh petugas keamanan dan petugas lapangan di Lawang Sewu.

“Agar ke depan tidak terulang kejadian yang sama,” katanya.

“Tupoksi bagi para petugas keamanan di lapangan hanya sebatas menyampaikan informasi terkait prosedur dan mengarahkan pengunjung untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari Customer Service yang berlokasi di Kantor Pengelola Museum,” imbuhnya.

Ilud juga kemudian menjelaskan secara rinci soal biaya yang dimaksud.
“Jika pengunjung ingin melakukan photo shoot atau rekaman video (videografi/cinematografi) untuk kegiatan yang bersifat komersial seperti shooting film dan shooting iklan, maka akan dikenakan biaya penggunaan area pengambilan video/shooting senilai Rp 3.500.000 per jam (belum termasuk PPN 10 persen),” ungkapnya.

“Sementara, untuk pengunjung yang ingin menyewa tempat di Lawang Sewu untuk kegiatan gathering, pameran, bazar, expo, pesta pernikahan, seminar, pelatihan, konser, photo session, biaya sewa tempat yang dikenakan disesuaikan dengan luasan tempat dan masa sewa,” tambahnya.

Biaya yang dikenakan tersebut dibayarkan secara langsung oleh penyewa melalui transfer ke rekening perusahaan.

“Prosedur tersebut merupakan prosedur standar yang tidak boleh dilanggar oleh seluruh petugas di Lawang Sewu. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pengunjung Lawang Sewu yang merasa kurang puas dengan kekurangan dalam pelayanan kami, khususnya kepada pengunjung pemilik akun Kirandika Channel atas kejadian pada Minggu lalu. Bilamana petugas kami ditemukan melakukan pelanggaran terhadap hal tersebut, kami tidak akan segan untuk langsung menindak tegas petugas dimaksud sesuai peraturan yang berlaku di Perusahaan,” pungkas M Ilud Siregar. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved