Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Tinggalkan Pekerjaan Dosen di Tiongkok, Arif & Lia Buka Kursus Bahasa Mandarin Gratis Bagi Warga

Puluhan anak-anak berkumpul di sebuah bangunan yang ada di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. 

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Arif Hidayat dan Lia Amalia mengajarkan anak-anak bahasa mandarin di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan anak-anak berkumpul di sebuah bangunan yang ada di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. 

Mereka berkumpul untuk mengikuti kursus bahasa mandarin yang diampu oleh sepasang suami istri, dan dibantu sejumlah orang. 

Keriangan anak-anak sangat terasa dalam kegiatan tersebut, pasalnya pembelajaran diisi dengan nyanyian, menulis dan cerita. 

Kursus tersebut bisa diakses oleh anak-anak secara gratis alias cuma-cuma, karena penggagas, dan pengampu kursus yaitu, Arif Hidayat (37), dan 
Lia Amelia (36) tak memungut biaya sepeserpun. 

Pasangan suami istri tersebut sengaja membuka kursus bahasa mandarin agar anak-anak punya bekal ilmu. 

Beberapa anak-anak juga sangat menikmati pembelajara yang diampu oleh Arif dan Lia. 

Bahkan dalam tempo waktu kurang dari dua pekan, mereka sanggup menerapkan bahasa mandarin dasar ke keseharian. 

Julia Wulandari (9) satu di antaranya, bahkan saat ditanya nama, ia menjawab dan memberi salam menggunakan bahasa mandarin. 

Menurut Julia, tak hanya bisa belajar bahasa mandarin, ia jiga diajari mengenal tulisan mandarin. 

"Dari tulisan sampai nada pengucapan menggunakan bahasa mandarin diajarkan di sini. Saya sangat senang karena bisa mengenal dan menggunakan bahasa mandarin," jelasnya, Senin (16/11/2020).

Bahkan tak hanya kelas untuk anak-anak, Arif dan Lia juga menggelar kursus untuk remaja dan orang tua. 

Meski demikian alasan Arif dan Lia menggelar kursus bahasa mandarin di Desa Sendang, terbilang sulit diterima oleh manusia normal. 

Pasalnya, Arif dan Lia melepaskan pekerjaan mereka sebagai dosen di Hainan college, dan Universitas Kebangsaan Wangsi. 

Bahkan keduanya menolak untuk diperpanjangan kontrak oleh pihak universitas, dan memilih membuka kursus bahasa mandarin secara cuma-cuma di desa. 

Dijelaskan Arif, ia bersama sang istri pulang ke Indonesia saat libur musim dingin Desember 2019.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved