Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Hasil Penelitian Unsoed Tentang Semut Penyerang Warga Pageraji Banyumas: Jenis Biasa Saja

Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menduga jika semut di Desa Pageraji adalah berjenis 'Tapinoma Sessile'.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati 
Tim ahli dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Unsoed, Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum dan Dr. Darsono saat memeriksa dan mengambil sampel semut yang menyerang di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Setelah melakukan serangkaian penelitian dan uji laboratorium, tim ahli dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menduga jika semut di Desa Pageraji adalah berjenis 'Tapinoma Sessile'.

Tapinoma Sessile adalah jenis spesies semut kecil yang biasa disebut dengan semut bau.

Menurut Kepala Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed, Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum bahwa jenis semut tersebut adalah semut biasa.

Baca juga: Kata Ganjar Soal Ancaman Mendagri Kepala Daerah Bisa Dicopot Jika Abai Protokol Kesehatan

Baca juga: Polda Jabar Panggil Bupati Bogor Terkait Acara Rizieq Shihab di Megamendung

Baca juga: Kronologi Salah Antar Jenazah Covid-19 RSUD Moewardi Solo: Harusnya ke Boyolali Malah ke Pati

Baca juga: KH Enceng Shobirin Nadj Wafat, Ketum GP Ansor Gus Yaqut: Beliau Tak Berjarak dengan Junior

"Setelah kami pencet pun ternyata memang ada bau, ini memang sebenarnya jenis yang biasa saja dan tidak seganas semut api," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (19/11/2020).

Semut jenis ini banyak bersarang di tanah dan hidup berkoloni dengan lebih dari satu ratu.

Serangan semut yang ada di Desa Pageraji diduga karena populasinya cukup tinggi ditambah lingkungan sekitar yang mendukung perkembangbiakan semut-semut tersebut.

Sebenarnya ini menurutnya adalah semut rumahan.

Akan tetapi karena populasinya tinggi dan lingkungan yang lembab memicu perkembangan secara besar.

Jenis 'Tapinoma' memiliki banyak sekali spesiesnya, dan untuk jenis 'Tapinoma' dalam satu sarang memang bisa lebih dari satu ratu.

Bahkan untuk jenis 'Sessile' ini bisa sampai 200 ratu.

Secara umum dalam satu koloni semut itu hanya ada satu ratu.

Tapi semut jenis Tapinoma Sessile ini dalam satu koloni itu bisa banyak sekali ratu.

Hal itulah yang mungkin mengakibatkan cepat sekali perkembangannya.

Semut jenis 'Tapinoma Sessile' ini dapat kawin cukup dengan berada disarangnya saja.

Jenis semut ini juga memiliki sifat yang lain dari para pekerjanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved