Berita Karanganyar
Waspada, Air Bercampur Tanah Meluber Ke Jalan Utama Kawasan Wisata Ngargoyoso Karanganyar
bercampur tanah dan kerikil meluber hingga badan jalan tepatnya di Dusun Tegalrejo Desa Puntukrejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Sabtu (
Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Air bercampur tanah dan kerikil meluber hingga badan jalan tepatnya di Dusun Tegalrejo Desa Puntukrejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 10.30.
Penyebabnya, saluran air tak mampu menampung volumi hujan.
Kejadian itu sempat mengakibatkan pengguna jalan dari arah Karangpandan yang hendak menuju ke kawasan wisata Ngargoyoso mengalami kesulitan karena harus menerjang aliran air.
Pasalnya, kondisi medan jalan yang curam membuat aliran air dari atas cukup deras, ditambah material tanah serta kerikil dari proyek di sisi selatan jalan turut terbawa air.
Baca juga: Setyo Ditemukan Tewas di Rumah Kawasan Elit Semarang, Tetangga Takut karena Dijaga 2 Anjing
Baca juga: Aliansi Masyarakat Pemalang Lapor Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Ke Polda Jateng
Baca juga: Wali Kota Dedy Yon Ajak Fatayat NU Jadi Pelopor Protokol Kesehatan
Baca juga: Cari HP Harga di Bawah Rp 4 Jutaan? Ini Daftar Bulan November 2020
Bahkan ada pengendara sepeda motor yang jatuh da terpaksa didorong oleh warga sekitar untuk menerjang aliran air. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju ke wilayah Ngargoyoso.
Dari pantauan Tribunjateng.com di lokasi, terlihat sejumlah relawan menyemprotkan air menggunakan alkon untuk membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan.
Sedangkan anggota Polsek Ngargoyoso dan relawan mengatur arus lalu linta dari arah Ngargoyoso menuju ke Karangpandan maupun sebaliknya.
Kades Puntukrejo, Suparno menyampaikan, sebelumnya terjadi hujan cukup lebat sekira pukul 10.00.
Sehingga saluran selokan tidak cukup menampung volume air yang cukup besar.
Saluran itu merupakan saluran utama yang menampung aliran air dari rumah warga dan persawahan.
"Airnya telalu besar dan (selokan) tidak muat menampung. Saluran air terganjal bebatuan yang masuk ke selokan. Sehingga aliran air tersumbat dan meluber ke badan jalan," katanya kepada Tribunjateng.com di lokasi, Sabtu (21/11/2020).
Dia menjelaskan, setelah hujan reda, warga beserta relawan gotong royong membersihkan lumpur dan kerikil yang berada di badan jalan.
Di sisi lain, dia sudah menyampaikan kepada pemilik tanah supaya memperbaiki saluran air yang rusak serta memantau apabila turun hujan lagi.
Pasalnya itu berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.
"Saluran utama paling tidak harus dibersihkan dan diupayakan diganti. Sudah saya sampaikan kepada pengembang, besok mau ditangani langsung. Itu tanah pribadi, dikembangkan menjadi kavling atau perumahan kecil," ucapnya.
Dirinya mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di jalan itu supaya berhati-hati.
Warga sekitar, Parni (35) menambahkan, air meluber hingga badan jalan sudah terjadi dua kali. Namun kejadian pertama tidak separah seperti kejadian hari ini.
"Tadi ada pengendara sepeda motor yang jatuh. Ada yang dibantu didorong sama warga," imbuhnya. (Ais)