Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Kasus Covid-19 di Jateng Melonjak, Apa yang Terjadi? Ini Kata Gubernur Ganjar Soal Klaster Tertinggi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut klaster tertinggi di Jawa Tengah yakni dari klaster perumahan atau rumah tangga

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Petugas Dinas Kesehatan melakukan tes swab kepada anggota Polres Temanggung, Selasa (10/11/2020). 

Kasus Covid-19 di Jateng Melonjak, Apa yang Terjadi? Ini Kata Gubernur Ganjar Soal Klaster Tertinggi

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Akhir- akhir ini kasus penularan virus corona Covid-19 di Jawa Tengah melonjak.

Tingginya kasus penularan diduga dari tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang pada Oktober kemarin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut klaster tertinggi di Jawa Tengah yakni dari klaster perumahan atau rumah tangga.

"Testing tinggi, kami terus lakukan tracing. Klaster rumah tangga tertinggi.

Gubernur Ganjar Pranowo
Gubernur Ganjar Pranowo (Istimewa)

Di Sragen satu keluara meninggal setelah ada yang bepergian dari luar kota.

Kami terus meminta agar dilakukan tracing," kata Ganjar, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Banyumas Tak Terkendali, Tempat Wisata Ditutup Secara Bertahap

Baca juga: Pernah Tertembus 12 Peluru, Sosok Polisi Sakti di Indonesia Ini Dikenal Ungkap Kasus-kasus Besar

Baca juga: Tips Menaikkan Berat Badan 15 Kg Sebulan, Pengalaman Buruk Cinta Laura

Baca juga: Khawatir RS di Banyumas Tak Muat Tampung Pasien Covid-19, Pemkab Siapkan Karantina di Hotel

Adanya libur panjang memungkinkan perpindahan satu orang dari zona merah penularan virus corona ke wilayah berzona lain.

Karena itu, Ganjar pun berharap agar libur panjang saat Natal dan Tahun Baru Desember mendatang ditunda.

"Libur panjang harus dihitung, dicek untung ruginya.

Ekonomi menggeliat tapi covid tinggi yang dikorelasikan dengan adanya libur panjang. Atau kami yang tidak mampu," ujarnya.

Selain itu, acara- acara yang memungkinkan terciptanya kerumunan, kata dia, untuk bisa dicegah.

Ia pun meminta semua pihak saling menghormati, menjaga, dan kerja sama untuk mencegah penularan virus corona makin meluas.

"Mulai hitung kalender, jadwal kegiatan, coba dicermati.

Kira- kira mau ramai- ramai atau tidak, kalau pemerintah inginnya besok tidak ramai- ramai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved