Pilkada Blora 2020

Terbatas Anggaran, Debat Pasangan Calon Pilkada Blora 2020 Dilakukan Cuma Sekali

Debat pasangan calon Pilkada Blora 2020 hanya digelar sekali. Hal itu lantaran keterbatasan anggaran juga masing-masing pasangan calon menghendaki han

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Khamdun Ketua KPU Blora 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Debat pasangan calon Pilkada Blora 2020 hanya digelar sekali. Hal itu lantaran keterbatasan anggaran juga masing-masing pasangan calon menghendaki hanya sekali.

"Karena keterbatasan anggaran dan kesepakatan calon," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora, Khamdun, kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/11/2020).

Khamdun mengatakan, anggaran untuk gelar debat pasangan calon sebesar Rp 100 juta.

Baca juga: Viral Penjual Bakso Masukkan Lagi Daging Sisa Pembeli ke Dalam Dandang Jualan

Baca juga: Janda Cantik PNS Kepergok Warga Mesum di Kamar Bersama Mantan Suami Sudah Beristri

Baca juga: Mutasi TNI Terbaru 100-an Perwira Tinggi Tiga Matra Duduki Jabatan Baru

Baca juga: Fakta Baru Covid-19, Peneliti Syok Temukan Kondisi Jenazah Positif Corona yang Dibongkar Lagi

Anggaran sebesar itu untuk sewa tempat, honor, dan biaya menyiarkan debat.

Debat yang berlangsung pada Rabu 25 Novmber 2020 ini akan disiarkan melalui sambungan chanel Youtube Bojonegoro TV.

Selain itu juga disiarkan melalui sambungan radio RSPD Gagak Rimang, X Fm, dan Raka Fm.

Debat yang berlangsung selama 120 menit ini berlangsung di Hotel Arra Cepu.

"Siaran tundanya Sabtu (28/11) jam 15.30 WIB," kata dia.

Khamdun mengatakan, ada tiga akademisi yang didapuk sebagai panelis debat. Ketiganya yakni akademisi hukum tata pemerintahan Umar Ma'ruf dari Unissula , pakar pendidikan dan isu perempuan Tri Marhaeni dari Unnes, dan manajemen dan ekonomi Doni Muhardiansyah dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

"Debat hanya sekali, jadi tidak ada tema spesifik," tandasnya.

Debat kali ini dipastikan tidak ada banyak pendukung pasangan calon yang diperkenankan datang.

Hal ini dilakukan karena pandemi masih berlangsung agar tidak terjadi kerumunan.

Kata Khamdun, masing-masing pasangan calon hanya boleh diikuti oleh empat orang pendukungnya.

"Jadi nanti pasangan calon dua orang, kemudian diikuti empat orang dari masing-masing pasangan.

Empat orang ini terserah, mau timnya atau yang lain," ujar dia. (goz)

Baca juga: Warga Kabupaten Tegal Akses Buku di Perpusda Sekarang Bisa Via Online Melalui Aplikasi Ini

Baca juga: Disporapar Provinsi Jateng Pacu Geliat Dunia Pariwista Lewat Sosialisasi Protokol Kesehatan

Baca juga: Dalam Semalam 5 Pohon Besar di Pati Kota Tumbang Akibat Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Baca juga: Pegawai Dispenda dan Dinperkim Kabupaten Banyumas Dinyatakan Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved