Pilkada Serentak 2020

Tolak Tes Swab Usai Dinyatakan Reaktif, Anggota KPPS di Purbalingga Diganti

Ini karena mereka enggan memenuhi syarat wajib sebelum bertugas sebagai anggota KPPS.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Ilustrasi. Foto: Suasana berlangsungnya tes swab massal di halaman depan Pasar Suradadi Kabupaten Tegal, Rabu (18/11/2020). Tes swab ini sebagai tindak lanjut penemuan pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga terpaksa mengganti sekitar 10 calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan calon anggota baru.

Ini karena mereka enggan memenuhi syarat wajib sebelum bertugas sebagai anggota KPPS. 

Menurut Andri Supriyanto, Komisioner KPU Purbalingga, sebagian mereka enggan menjalani rapid test yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan.

Padahal rapid test menjadi syarat mutlak bagi setiap calon anggota KPPS.

Pihaknya pun sedari awal telah menyosialisasikan peraturan itu kepada mereka yang ingin mendaftar sebagai anggota KPPS. 

Sebagian lain menolak menjalani tes usap setelah dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.

Pihaknya pun enggan ambil pusing bagi calon KPPS atau Linmas yang enggan menjalani rapid test maupun tes usap (swab test) yang menjadi syarat mutlak. Mereka dianggap tidak sanggup memenuhi kewajiban sehingga harus diganti dengan calon anggota baru.

"Ada yang reaktif, tapi tidak mau di swabtest, akhirnya kita ganti, "katanya, Selasa (24/11/2020). 

KPU tidak perlu melakukan seleksi ulang untuk mengisi formasi calon anggota KPPS yang mundur.

Pihaknya tinggal memanggil pendaftar KPPS lama yang sebelumnya tidak lolos karena tersisih oleh peringkat di atasnya. 

Alternatif lain, pihaknya bisa melibatkan tenaga dari instansi lain untuk mengisi kekosongan itu. 

Andri mengatakan, hasil reaktif atau bahkan positif terkonfirmasi positif Covid 19 tidak menggugurkan status seorang sebagai anggota KPPS atau Linmas.

KPU akan menunggu sampai mereka sembuh dari Covid 19 dan bisa menjalankan tugasnya. 

"Kalau sampai hari pencoblosan belum sembuh, juga tidak gugur. Kan bisa berbagi tugas dengan tim, "katanya

Pelaksanaan rapid test sebelumnya sempat menuai penolakan dari sejumlah calon anggota KPPS. Tetapi pihaknya berusaha meyakinkan terkait pentingnya pemeriksaan itu untuk menjaga kesehatan petugas dan masyarakat. 

Rapid test maupun tes usap seakan masih menjadi momok bagi masyarakat. Sebagian mereka takut jika setelah mengikuti tes itu divonis terinfeksi Covid 19. Sehingga mereka berusaha menghindari jenis pemeriksaan itu. 

Ini pula yang diduga ikut memicu berkurangnya partisipasi masyarakat untuk mendaftar menjadi KPPS atau Linmas. KPU Purbalingga bahkan harus memperpanjang masa pendaftaran KPPS karena kuota pendaftar belum terpenuhi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved